Favorite TV Program

JELANG SIANG: Menilik Komunitas Islam di Amerika Serikat

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Komunitas Islam di Amerika Serikat | Komunitas Islam di Amerika Serikat saat ini memang masih berstatus minoritas, tetapi jejak sejarah kehadiran mereka di Negeri Paman Sam ternyata jauh lebih panjang dari yang banyak orang kira. Profesor Barry Fell dari Universitas Harvard, misalnya, melacak bukti kedatangan Muslim dari pantai barat dan utara Afrika ke Benua Amerika sejak abad ketujuh Masehi, tiga abad sebelum Christopher Columbus berlabuh pada 1492. 

Menariknya, catatan sejarah menyebutkan bahwa dua dari tiga kapal Columbus, yaitu Nina dan Pinta, dikemudikan oleh kapten Muslim. Saat ini, diperkirakan ada sekitar 3,3 hingga 3,45 juta pemeluk Islam di AS, atau sekitar 1 persen dari total populasi. Dan ternyata komunitas Islam di Amerika Serikat menjadi satu-satunya kelompok agama di negara itu yang tidak didominasi oleh satu ras atau etnis tertentu, 28 persen adalah kulit hitam atau Afrika-Amerika, 24 persen Asia, 20 persen kulit putih, 12 persen Arab, dan 9 persen Hispanik.

Proyeksi pertumbuhan komunitas Islam di Amerika menunjukkan tren yang positif. Pew Research Center memperkirakan bahwa sebelum tahun 2040, Islam akan menjadi kelompok agama terbesar kedua di AS setelah Kristen, dengan jumlah mencapai 8,1 juta jiwa pada tahun 2050. Faktor utama di balik ini adalah tingkat kelahiran yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lain serta arus imigrasi, sekitar 10 persen imigran yang datang ke AS adalah Muslim. 

Dari lebih dari 2.100 masjid yang kini tersebar di seluruh negeri, hingga munculnya anggota kongres Muslim pertama dan politisi seperti Zohran Mamdani sebagai wali kota New York, komunitas Islam di Amerika Serikat terus menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pendatang , melainkan bagian yang tak terpisahkan dari mozaik bangsa Amerika itu sendiri.**