Tanah Air Beta

Suku Alifuru di Pulau Seram Merawat Kearifan Lokal

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Suku Alifuru di Pulau Seram Merawat Kearifan Lokal | Penduduk Maluku Tengah menyapa Pulau Seram dengan sebutan Nusa-Ina atau Pulau Ibu. Sejak zaman dahulu, masyarakat Maluku percaya bahwa Nusa-Ina adalah pusat penyebaran penduduk ke pulau-pulau di sekitarnya, seperti Ambon, Haruku, dan Saparua. Pulau Seram, yang menjadi inti dari kepercayaan ini, dihuni oleh masyarakat yang dikenal sebagai Suku Alifuru , yang dalam bahasa setempat berarti "manusia awal". Nama ini mencerminkan keyakinan kosmologis bahwa Gunung Murkele Kecil dan Besar di Pegunungan Manusela adalah tempat kelahiran manusia pertama, menjadikannya pusat peradaban dan sumber kehidupan bagi seluruh masyarakat Maluku.

Suku Alifuru di Pulau Seram bukanlah satu kelompok yang seragam, melainkan istilah luas yang mencakup berbagai komunitas adat di pedalaman yang masih setia pada tradisi leluhur. Mereka tersebar di berbagai daerah seperti Alune, Wemale, dan Nuaulu, dan dikenal sebagai masyarakat yang hidup mandiri di tengah hutan dan pegunungan. Hingga kini, beberapa kelompok seperti Huaulu dan Nuaulu masih menjalankan agama leluhur (Memaham) sebagai bagian dari identitas sosio-religius mereka, meskipun modernisasi terus melaju.

Keberadaan Suku Alifuru di Pulau Seram adalah bukti nyata bahwa kearifan lokal dan mitologi tentang asal-usul manusia tetap hidup dan terjaga hingga saat ini. Pulau Seram bukan sekadar entitas geografis, tetapi juga “ibu” yang melahirkan adat, budaya, dan identitas orang Maluku. Keberadaan Suku Alifuru menjadikan pulau ini sebagai laboratorium budaya yang kaya akan nilai-nilai luhur dan harmoni dengan alam, yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.**