TRANS TV - Manfaat Sinar Matahari Bagi Kesehatan Tubuh | Meskipun terlalu banyak terpapar sinar matahari bisa merusak kulit dan meningkatkan risiko kanker, menghindari sinar matahari sepenuhnya justru bisa membuat tubuh kehilangan banyak manfaat kesehatan yang berharga. Dengan dosis dan waktu yang tepat, manfaat sinar matahari bagi tubuh sangatlah luas.
Salah satu fungsi utamanya adalah memicu produksi vitamin D secara alami. Ketika sinar ultraviolet B (UVB) mengenai kulit, tubuh akan mengubah kolesterol di dalam sel-sel kulit menjadi vitamin D3, yang kemudian diubah oleh hati dan ginjal menjadi bentuk aktif vitamin D. Vitamin D ini sangat penting karena berfungsi seperti kunci yang membuka pintu agar kalsium dari makanan dapat diserap dengan baik oleh usus, sehingga menjaga kekuatan tulang dan gigi, mencegah osteoporosis pada orang dewasa, serta mencegah rakitis (tulang lunak) pada anak-anak.
Selain itu manfaat sinar matahari juga berperan dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan membantu sel-sel imun seperti sel T dan makrofag melawan patogen, serta mengurangi risiko berbagai penyakit serius seperti kanker kolon, prostat, payudara, diabetes tipe 1, dan sklerosis multipel. Bahkan, kesehatan jantung pun terjaga karena paparan sinar matahari dapat meningkatkan produksi oksida nitrat, yang membantu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.
Manfaat sinar matahari itu jauh lebih dari sekadar kesehatan fisik, ia juga memiliki pengaruh besar pada kesehatan mental dan kualitas tidur kita. Ketika kita terpapar sinar matahari, tubuh kita merangsang pelepasan hormon serotonin di otak, yang sering disebut sebagai hormon bahagia. Ini bisa membuat suasana hati kita lebih baik, membantu kita merasa lebih tenang dan fokus, serta mengurangi risiko depresi, termasuk Seasonal Affective Disorder (SAD) yang sering muncul di musim dingin.
Sinar matahari juga berperan dalam mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh kita. Paparan sinar matahari di siang hari memberi sinyal pada otak untuk menghentikan produksi melatonin (hormon tidur) di malam hari, sehingga kita bisa tidur lebih nyenyak.
Lalu, berapa lama dan kapan waktu yang tepat untuk berjemur? Di negara tropis seperti Indonesia, sinar UVB yang paling efektif untuk memproduksi vitamin D biasanya muncul antara pukul 10 hingga 11 siang. Cukup berjemur selama 5-15 menit di area kulit yang cukup luas (seperti wajah, lengan, dan kaki) sebanyak 2-3 kali seminggu sudah cukup untuk mendapatkan manfaat sinar matahari secara optimal. Jika berjemur lebih dari 15 menit, disarankan untuk menggunakan tabir surya agar kulit terlindungi dari efek buruk sinar UVA dan UVB.**
Photo by: xframe.io