TRANS TV - Tidak Semua Kolesterol Jahat, yang Baik Juga Ada | Kolesterol adalah salah satu jenis lemak yang secara alami diproduksi oleh hati dan juga bisa ditemukan dalam makanan seperti daging dan produk susu. Sebenarnya, kolesterol memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh kita, seperti membangun membran sel, memproduksi hormon (seperti testosteron dan estrogen), membentuk vitamin D, serta membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K. Namun, jika kadar kolesterol melebihi batas normal, hal ini bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan.
Ada dua jenis kolesterol utama yang perlu kita ketahui, Low Density Lipoprotein (LDL) atau yang sering disebut kolesterol jahat, dan High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik. LDL disebut jahat karena fungsinya membawa kolesterol dari hati ke seluruh tubuh, dan jika kadarnya terlalu tinggi, kolesterol ini dapat menempel di dinding arteri, membentuk plak, dan menyempitkan rongga pembuluh darah. Proses penumpukan plak ini dikenal dengan istilah aterosklerosis.
Bahaya utama dari kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi adalah meningkatnya risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Ketika plak menumpuk di arteri jantung, aliran darah yang kaya oksigen ke jantung bisa terhambat, yang dapat menyebabkan nyeri dada (angina) atau bahkan serangan jantung jika aliran darah terhenti sepenuhnya. Begitu juga, jika penyumbatan terjadi di arteri yang menuju ke otak, ini bisa berakibat stroke yang berpotensi fatal.
Data global menunjukkan bahwa kolesterol tinggi diperkirakan telah menyebabkan sekitar 2,6 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia, sebagian besar akibat serangan jantung. Oleh karena itu, para ahli kesehatan internasional sepakat bahwa menjaga kadar LDL tetap rendah adalah langkah penting untuk melindungi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kadar LDL yang ideal adalah kurang dari 100 mg/dL, sementara kadar di atas 190 mg/dL dianggap sangat tinggi.
Untuk mengendalikan kolesterol jahat, perubahan gaya hidup seperti menerapkan pola makan rendah lemak jenuh dan lemak trans, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan ideal, serta tidak merokok menjadi rekomendasi utama dari berbagai otoritas kesehatan dunia.**