TRANS TV - Penyakit Pikun dalam Islam, Sunatullah Penuh Hikmah | Dalam khazanah teologi Islam, fase penurunan daya ingat atau pikun dipandang bukan sekadar sebagai konsekuensi biologis dari penuaan yang tak terhindarkan, melainkan sebagai salah satu sunatullah yang sarat akan pesan spiritual dan hikmah mendalam. Al-Qur'an secara gamblang mengabadikan fenomena kemunduran kognitif ini dalam Surah An-Nahl ayat 70, yang menegaskan batas lemahnya manusia. Penyakit pikun adalah pengingat akan keterbatasan manusia di hadapan kekuasaan Allah yang Maha Kuasa.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 70, "Dan Allah telah menciptakan kamu, kemudian mewafatkanmu, dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang tua bangka (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah diketahuinya." Rasulullah SAW sendiri menaruh perhatian besar pada penyakit pikun, beliau secara konsisten memohon perlindungan agar terhindar dari kondisi tersebut, sebagaimana termaktub dalam hadis shahih riwayat Bukhari, "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, kemalasan, dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia pikun." Doa ini menjadi benteng spiritual bagi setiap Muslim.
Tuntunan syariat Islam tidak hanya berhenti pada wilayah doa, melainkan menyediakan pendekatan preventif yang sangat logis melalui rutinitas ibadah harian yang teratur. Gerakan wudu dan salat terbukti memiliki dimensi klinis yang efektif sebagai terapi stimulasi otak guna memperlambat penyakit pikun. Praktik istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung) saat berwudu, misalnya, secara anatomis merangsang kelenjar pituitari di bawah otak untuk bekerja lebih aktif.
Penyempurnaan gerakan rukuk yang membuka rongga dada serta sujud yang tumakninah dan dilakukan dengan lama, secara mekanis mendorong pasokan oksigen serta darah kaya nutrisi mengalir deras menuju otak kecil. Melalui integrasi doa, penjagaan diri dari maksiat, serta optimalisasi gerakan ibadah, Islam membimbing umatnya agar masa tua tidak dihabiskan dalam kabut lupa akibat penyakit pikun. Penyakit ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan panggilan untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.**