Tausyiah & Riwayat

BASMALAH: Saling Mengenal Antar Sesama

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Saling Mengenal Antar Sesama | Manusia dilahirkan di tengah keberagaman yang telah menjadi sunnatullah, sebuah ketetapan ilahi yang tidak bisa ditawar dan tidak dapat diubah. Kita tidak pernah memilih untuk dilahirkan dari suku atau bangsa tertentu, dengan warna kulit atau bahasa ibu yang melekat sejak lahir. Keberagaman ini bukanlah sebuah kebetulan kosong, melainkan rancangan agung dari Sang Pencipta yang sarat akan hikmah dan tujuan mulia. Saling mengenal antar sesama menjadi salah satu tujuan utama dari keberagaman yang Allah ciptakan di muka bumi.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa." Ayat ini menegaskan bahwa perbedaan suku dan bangsa bukanlah untuk saling membanggakan diri, melainkan sebagai jembatan untuk saling mengenal antar sesama. Dengan demikian, keberagaman menjadi rahmat yang memperkaya kehidupan, bukan alasan untuk saling merendahkan atau memusuhi.

Lebih jauh, Islam mengajarkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh garis keturunan, status sosial, atau warna kulit, melainkan oleh ketakwaan dan kualitas hati nuraninya. Rasulullah SAW dalam pidato haji wada' yang monumental memberikan penegasan yang sangat gamblang tentang prinsip kesetaraan ini. Beliau bersabda, "Wahai manusia! Ketahuilah, sesungguhnya Tuhan kalian satu dan nenek moyang kalian satu. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang non-Arab, dan tidak ada kelebihan bagi orang non-Arab atas orang Arab; tidak pula bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, dan tidak pula bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah, kecuali karena ketakwaan." (HR. Ahmad). Pesan nabawi ini menjadi fondasi kuat bahwa proses saling mengenal antar sesama tidak boleh berhenti pada sekadar mengetahui identitas lahiriah.

Proses saling mengenal antar sesama harus berkembang menjadi pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai kemanusiaan universal. Dengan memandang setiap individu sebagai bagian dari satu keluarga besar manusia, perbedaan yang ada tidak lagi menjadi penghalang, melainkan menjadi kekayaan yang memperkuat persaudaraan dan solidaritas di antara kita. Saling mengenal antar sesama adalah jembatan menuju kedamaian dan kebersamaan yang hakiki di tengah keberagaman yang Allah ciptakan.**

Photo by RODNAE Productions from Pexels