Tausyiah & Riwayat

BASMALAH: Mencari Cinta Sejati dengan Petunjuk Allah

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Mencari Cinta Sejati dengan Petunjuk Allah | Allah SWT adalah pusat tertinggi dalam kehidupan manusia di dunia yang sementara ini. Oleh karena itu, setiap aktivitas dan gerak-gerik kita seharusnya mengarah kepada tujuan mulia tersebut, yaitu meraih cinta dan keridhaan-Nya. Salah satu cara spiritual yang paling penting untuk mendekatkan diri adalah dengan memahami konsep mahabbah, yang berarti cinta yang mendalam dan tulus kepada Sang Khalik. Secara etimologis, istilah mahabbah berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabbatan, yang menggambarkan cinta yang mendalam, khususnya kepada Allah SWT. Namun, cinta ini tidak akan muncul begitu saja tanpa bimbingan dan petunjuk dari-Nya. 

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 31, yang menjadi landasan bagi setiap Muslim yang merindukan cinta Ilahi, "Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." (QS. Ali Imran: 31). Ayat ini menegaskan bahwa untuk menemukan cinta sejati kepada Allah, seorang hamba harus mengikuti jejak Rasulullah SAW. Ini adalah jalan yang jelas, satu-satunya cara yang dijamin Allah untuk meraih mahabbah.

Lalu, bagaimana sih cara praktis untuk menemukan cinta dengan petunjuk Allah dalam kehidupan sehari-hari? Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah membersihkan hati dari segala bentuk kesyirikan dan cinta yang berlebihan terhadap dunia. Mahabbah tidak akan tumbuh di hati yang dipenuhi cinta berlebihan terhadap harta, tahta, dan wanita. Selanjutnya, seorang muslim harus membiasakan diri untuk selalu taat dan mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah-ibadah sunnah setelah menyelesaikan yang wajib. 

Rasulullah SAW menjamin hasil manis dari ketekunan ini dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Allah SWT berfirman, "Tidaklah hamba-Ku terus-menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan tangannya yang ia gunakan untuk memukul..." (HR. Bukhari). 

Dengan mencapai derajat cinta ini, seorang hamba akan merasakan manisnya iman, di mana ia tidak lagi merasa terbebani dengan perintah Allah, melainkan menjalankannya dengan penuh kesadaran, ketulusan, dan kerinduan. Inilah puncak petunjuk dan karunia terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-hamba pilihan-Nya.**

 Photo by Rio Syhputra on Unsplash