Favorite TV Program

Dr OZ: Masaklah Sayur dengan Cara yang Benar

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Masaklah Sayur dengan Cara yang Benar | Masih banyak orang di masyarakat kita yang tanpa sadar membuang harta karun gizi yang ada di dapur mereka, hanya karena cara memasak sayur yang kurang tepat. Kebiasaan lama merebus sayuran hijau hingga layu dan warnanya menjadi kusam ternyata bisa menghilangkan lebih dari 50 persen vitamin larut air, seperti vitamin C dan B kompleks, yang langsung larut ke dalam air rebusan.

Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, hilangnya nutrisi penting akibat pemanasan yang berlebihan ini adalah kerugian besar, terutama saat kita berusaha mengurangi angka malnutrisi terselubung. Alih-alih merebus sayur dalam waktu lama, metode memasak dengan sedikit air seperti mengukus atau *blanching* (mencelupkan sayur ke dalam air mendidih selama satu hingga dua menit, lalu memindahkannya ke air es) justru menjadi solusi yang sangat efektif dalam memasak sayur dengan benar.

Teknik memasak yang singkat ini terbukti ampuh dalam menjaga integritas dinding sel sayuran, mengunci enzim aktif, dan menyelamatkan senyawa fitokimia yang dapat mencegah penyakit kronis agar tetap ada di piring makan Anda. Namun, tidak semua sayuran bisa diperlakukan sama, karena setiap jenis sayuran memiliki karakteristik nutrisi yang berbeda. Dr. Walter Willett, seorang pakar nutrisi dan epidemiologi terkemuka dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, sering mengingatkan bahwa sedikit lemak sehat dalam proses memasak sangat penting untuk beberapa jenis sayuran.

Senyawa pelindung tubuh seperti karotenoid yang ada pada wortel dan bayam, atau likopen yang dapat melawan kanker pada tomat, ternyata bersifat larut lemak. Ini berarti, nutrisi berharga ini memerlukan kendaraan berupa lemak agar bisa menembus dinding usus dan diserap dengan baik oleh tubuh. Itulah sebabnya, menumis sayur dengan sedikit minyak zaitun bukan hanya trik untuk menciptakan aroma yang menggugah selera, tetapi juga merupakan strategi ilmiah untuk meningkatkan penyerapan gizi.**

Photo by Louis Hansel on Unsplash