
TRANS TV - Mengupas Makanan dan Minuman dalam Al Quran | Konsep makanan dan minuman dalam Al Quran lebih dari sekadar memenuhi rasa lapar. Ini adalah ungkapan syukur dan ketaatan seorang hamba kepada Sang Khalik. Allah SWT secara jelas memerintahkan kita untuk hanya mengonsumsi yang memenuhi dua kriteria utama, halalan (halal menurut hukum agama) dan tayyiban (baik dari segi kualitas nutrisi).
Dalam Surah Al-Ma'idah ayat 88, Allah menegaskan, "Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya."
Di ayat-ayat lainnya, Al-Quran juga menyebutkan bahan pangan istimewa seperti zaitun, kurma, delima, dan madu yang diakui sebagai syifa' (obat). Bahkan, minuman seperti jahe dan susu digambarkan sebagai hidangan surgawi yang menanti orang-orang beriman, seperti yang dinyatakan dalam Surah Al-Insan ayat 17, "Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe."
Sejalan dengan wahyu tersebut, tradisi kenabian memberikan panduan praktis tentang bagaimana bahan pangan berfungsi untuk kesehatan tubuh. Rasulullah SAW sering kali menekankan manfaat medis dari bahan-bahan alami yang disebutkan dalam wahyu, baik melalui ucapan maupun tindakan.
Dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari, beliau bersabda, "Madu adalah obat bagi setiap penyakit, dan Al-Quran adalah obat bagi apa yang ada di dalam dada." Begitu juga dengan Habbatussauda yang dikenal sebagai penyembuh segala penyakit kecuali kematian.
Integrasi antara dalil naqli dan manfaat medis ini menunjukkan bahwa Islam memandang kesehatan fisik sebagai sarana untuk memperkuat ibadah. Dengan mengikuti pola konsumsi yang sesuai dengan makanan dan minuman dalam Al Quran, seorang Muslim sebenarnya sedang menjaga amanah untuk memiliki fisik yang sehat agar dapat beribadah dengan lebih optimal kepada Allah SWT.**
Image by Fruchthandel_Magazin from Pixabay