
TRANS TV - Persoalan Saat Mengeluh dan Gelisah | Di era digital yang serba cepat ini, arus informasi bisa jadi pedang bermata dua. Di satu sisi, semuanya terasa lebih mudah, tetapi di sisi lain, hal ini bisa menimbulkan kecemasan dan stres yang mendalam. Berita-berita tentang bencana alam, ancaman perang atau ketidakpastian ekonomi misalnya, sering kali membuat kita merasa tertekan dan kehilangan arah.
Islam hadir bukan untuk mengabaikan kenyataan yang keras, melainkan untuk memberikan jangkar spiritual agar kita tidak terjebak dalam ketakutan yang tidak beralasan. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menjanjikan ketenangan bagi mereka yang mampu memusatkan hati mereka kepada-Nya, “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra'd: 28).
Ayat ini menegaskan bahwa solusi untuk mengatasi kekalutan mental bukanlah dengan berusaha mengendalikan segalanya di dunia yang sementara ini, tetapi dengan menyerahkan semua kerisauan kepada Zat yang memiliki kendali mutlak atas segalanya.
Keindahan ajaran Islam terletak pada keseimbangan antara usaha maksimal dan tawakal yang total. Kita diajarkan untuk menghadapi masalah dengan proporsional, melakukan apa yang bisa kita lakukan dan melepaskan apa yang di luar jangkauan kita. Sifat ngoyo atau ambisi berlebihan terhadap hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan justru membuka pintu bagi keputusasaan.
Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah hadis yang sangat menenangkan bagi pencari kedamaian, "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya... Jika ia mendapatkan kesenangan ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesulitan ia bersabar, dan itu baik baginya" (HR. Muslim). Dengan memegang teguh prinsip ini, seorang Muslim tidak akan mudah tergoyahkan oleh berita buruk yang beredar, karena ia percaya bahwa di balik setiap kesulitan, Allah telah menyiapkan kemudahan yang tak terduga.**