
TRANS TV - Menelusuri Sejarah Islam Masuk ke Indonesia |Selama ini, saat kita duduk di bangku sekolah, kita mungkin hanya diajari satu versi sejarah, bahwa Islam masuk ke Nusantara sekitar abad ke-13, dibawa oleh para pedagang dari Gujarat. Namun, sebenarnya, perjalanan Islam ke tanah air kita jauh lebih tua dan kompleks dari yang kita bayangkan. Ada setidaknya tiga teori besar yang saling melengkapi.
Teori Gujarat yang diusung oleh Snouck Hurgronje memang menyebutkan abad ke-13, dengan bukti berupa batu nisan Sultan Malik Al-Saleh di Pasai yang memiliki corak khas India. Kemudian, ada teori Persia dari Hoesein Djajadiningrat, yang menunjukkan banyaknya kesamaan budaya, seperti peringatan 10 Muharram (Asyura) dan ajaran sufi Al-Hallaj yang mirip dengan ajaran Syaikh Siti Jenar, ini menunjukkan pengaruh Persia yang kuat. Meskipun para pendukung teori ini memiliki pendapat berbeda mengenai kapan Islam datang, ada yang menyebut abad ke-7 dan ada pula yang sependapat dengan teori Gujarat di abad ke-13.
Teori Makkah yang digaungkan oleh Buya Hamka juga tak kalah kuat, yang berpendapat bahwa Islam datang langsung dari Arab pada abad ke-7 M, jauh lebih awal dari dua teori lainnya.
Sejak tahun 2019, serangkaian penelitian di Situs Bongal, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menemukan bukti arkeologis yang sangat menarik, koin emas dan perak dari Dinasti Umayyah yang dicetak di Basrah, Irak, pada tahun 79 Hijriah atau 698 Masehi. Koin-koin ini bukan hanya alat tukar, tetapi juga media dakwah, dengan inskripsi ayat Al-Qur'an dan kalimat tauhid di atasnya.
Ini menggambarkan, bahwa jauh sebelum kerajaan-kerajaan Islam berdiri megah, denyut Islam sudah mulai terasa di pesisir barat Sumatera, dibawa langsung oleh para pedagang dan pelaut dari Timur Tengah. Sekaligus membantah anggapan bahwa peran bangsa Arab dalam islamisasi Nusantara hanya mitos belaka.**