
TRANS TV - Hubungan Antara Menantu dan Mertua | Membangun hubungan yang harmonis antara menantu dan mertua itu seperti merajut kain dengan dua warna yang berbeda. Masing-masing pihak datang dari latar belakang budaya, kebiasaan, dan harapan yang mungkin tidak selalu sejalan, tetapi semuanya terikat oleh cinta kepada orang yang sama.
Dalam pandangan Islam, mertua memiliki posisi yang sangat terhormat. Mereka adalah orang tua kedua yang harus dihormati, bahkan dengan perlakuan yang lebih lembut. Prinsip birrul walidain (berbakti kepada orang tua) di sini lebih luas, mengingatkan kita bahwa berbicara dengan nada yang baik dan menghindari kata-kata kasar bukan hanya untuk orang tua kandung, tetapi juga untuk mertua. Kuncinya adalah niat, melihat mertua bukan sebagai musuh atau penghalang, melainkan sebagai jalan untuk meraih ridha Allah melalui bakti dan kesabaran.
Namun, menghormati bukan berarti mengabaikan batasan. Hubungan yang sehat antara menantu dan mertua justru berkembang ketika ada saling pengertian tentang peran masing-masing. Mertua yang bijak akan memberikan kepercayaan dan ruang bagi menantunya untuk mengelola rumah tangganya sendiri. Di sisi lain, seorang menantu yang baik akan tetap menjaga sopan santun dan sikap hormat, meskipun harus dengan lembut menyampaikan pendapat yang berbeda.
Konflik sering kali muncul dari keinginan untuk mengontrol atau merasa paling berhak. Padahal, Rasulullah SAW mengingatkan kita akan pentingnya menghormati yang lebih tua. Melihat mertua sebagai ladang pahala dan ujian untuk menyempurnakan iman bisa menjadi cara yang efektif untuk meredam ego. Pada akhirnya, dinamika ini adalah salah satu tantangan dalam berumah tangga. Ketika kesabaran menantu bertemu dengan keikhlasan mertua, yang tumbuh bukan hanya kedamaian, tetapi juga keberkahan yang melimpah untuk seluruh keluarga.**