TRANS TV - Pantai Ngurtafur, Lidah Pasir Dua Kilometer di Tengah Laut Maluku | Berdiri di atas hamparan pasir putih yang membelah lautan biru jernih Kepulauan Kei, Pantai Ngurtafur di Pulau Warbal, Maluku Tenggara, memberikan sensasi seolah kita melangkah di jalan setapak menuju tengah samudera. Keajaiban geologis berupa lidah pasir ini membentang lurus sepanjang dua kilometer dari pesisir ke lepas pantai, tanpa satu pun pepohonan yang bisa dijadikan tempat berteduh, dengan lebar sekitar tujuh meter saat air laut surut.
Melangkah di atas pasir Pantai Ngurtafur yang sehalus tepung memberikan pengalaman magis tersendiri, di kanan dan kiri, lautan bergradasi dari hijau toska yang bening hingga biru tua memantulkan sinar matahari yang berkilau, menciptakan pemandangan yang menakjubkan dan sulit untuk dilupakan. Kejernihan airnya bahkan memungkinkan pengunjung untuk melihat terumbu karang yang masih asri serta kawanan ikan kecil yang berenang bebas langsung dari atas semenanjung pasir.
Keindahan Pantai Ngurtafur semakin sempurna berkat ekosistem pesisirnya yang masih sangat alami dan dilindungi oleh tradisi lokal—sebuah kearifan yang patut kita hargai dan lestarikan. Jika beruntung mengunjunginya saat musim migrasi, pesisir pasir putih ini menjadi tempat singgah bagi ratusan burung pelikan Australia (Pelecanus conspicillatus) yang terbang dari Benua Kanguru untuk beristirahat.
Tak hanya itu, perairan di sekitar Pulau Warbal juga menjadi habitat yang aman bagi penyu belimbing (Dermochelys coriacea), jenis penyu terbesar di dunia yang dijaga dengan ketat oleh masyarakat adat Kei melalui kearifan lokal *sasi*, larangan adat untuk mengambil hasil laut tertentu demi menjaga kelestarian alam. Menyaksikan kawanan pelikan yang membentangkan sayap di atas lautan lepas sambil ditemani semilir angin pesisir Maluku Tenggara adalah pengalaman yang jauh lebih dari sekadar plesiran biasa.**