TRANS TV - Gua Hawang Kepulauan Kei, Keajaiban Geologis yang Menyimpan Mitos | Tersembunyi di Desa Letvuan, Pulau Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Gua Hawang Kepulauan Kei atau Lian Hawang menawarkan pesona keajaiban geologis yang sungguh memikat. Jika Anda menempuh perjalanan darat sekitar 15 kilometer dari Langgur, ibu kota Maluku Tenggara, Anda akan disambut oleh mulut gua batu kapur yang dihiasi dengan jajaran stalaktit megah yang menggantung di langit-langitnya.
Bintang utama di tempat ini adalah kolam air tawar alami yang memiliki warna biru pirus yang langka, bersumber langsung dari aliran sungai bawah tanah Mata Air Evu, mata air terbesar di Kepulauan Kei. Kejernihan air di dalam ceruk gua ini luar biasa; kejernihannya memungkinkan Anda melihat dasar kolam hingga kedalaman satu hingga tiga meter, memantulkan spektrum cahaya matahari yang menembus celah-celah bebatuan dan menggoda siapa pun untuk menceburkan diri ke dalam kesegaran airnya.
Namun, di balik keindahan visual yang memanjakan mata, Gua Hawang Kepulauan Kei juga menyimpan jalinan mitos dan kearifan lokal yang dihormati oleh masyarakat suku Kei secara turun-temurun. Kata Hawang dalam bahasa setempat berarti arwah atau hantu, merujuk pada mitologi lokal tentang legenda seorang pemburu yang dikutuk menjadi batu bersama dua ekor anjingnya di dalam gua setelah mengucapkan kata-kata yang tidak pantas.
Batu yang menyerupai manusia dan anjing tersebut masih berdiri di tengah kolam sebagai pengingat akan pentingnya menjaga etika, tutur kata, dan penghormatan terhadap alam sekitar. Menggabungkan daya tarik petualangan bawah tanah dengan nilai-nilai adat yang masih lestari, mengunjungi Gua Hawang Kepulauan Kei bukan hanya sekadar berwisata bahari, tetapi juga sebuah ziarah budaya untuk meresapi keselarasan antara keindahan alam Timur Indonesia dan kearifan leluhur yang abadi.**