i-Pedia

Terapi Garam Patutrejo, dari Pascastroke hingga Pusing Kronis

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Terapi Garam Patutrejo, dari Pascastroke hingga Pusing Kronis | Di deretan rumah dengan atap plastik di pesisir Pantai Jetis, Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, muncul metode pengobatan alternatif yang memanfaatkan kristal garam dapur alami. Sejak diperkenalkan pada tahun 2019 dan semakin populer setelah pandemi, lokasi terapi garam Patutrejo kini menjadi tempat yang dicari oleh warga lokal dan turis mancanegara untuk meredakan berbagai masalah kesehatan. Proses terapinya cukup sederhana namun cukup ekstrem: para pengunjung akan membenamkan kaki mereka ke dalam tumpukan garam panas yang dihasilkan secara lokal, di dalam bilik transparan dengan suhu sekitar 40 derajat Celsius.

Paparan panas yang tinggi di dalam ruang sungkup ini memicu keluarnya keringat yang deras dan juga memberikan efek relaksasi pada pembuluh darah (vasodilatasi), yang diyakini dapat membantu melancarkan sirkulasi darah serta meredakan gejala pascastroke, nyeri sendi, hingga pusing kronis. Metode terapi garam ini pun menjadi pilihan yang banyak dicari oleh mereka yang ingin mencoba pengobatan komplementer berbasis bahan alami. Secara medis, kombinasi uap panas, tekanan uap mikrokristal garam, dan terapi pemanasan kaki (foot thermotherapy) dapat memicu respons fungsional tubuh yang mirip dengan pengobatan haloterapi alami.

Para ahli kesehatan dan peneliti balneologi berpendapat bahwa panas dari garam yang diterapkan pada titik refleksi telapak kaki dapat secara efektif merangsang saraf perifer, mengurangi ketegangan otot, serta membantu proses detoksifikasi tubuh melalui keringat yang melimpah. Banyak pasien melaporkan perbaikan signifikan dalam fleksibilitas gerak otot setelah rutin menjalani terapi garam ini. Meskipun menawarkan jalur pemulihan yang ekonomis dan menenangkan, para praktisi medis tetap menyarankan agar masyarakat mengombinasikannya dengan pengawasan dari dokter spesialis.

Imbauan itu terutama ditujukan bagi penderita penyakit kardiovaskular akut guna menghindari risiko dehidrasi maupun efek kelelahan akibat paparan suhu panas berlebih. Dengan demikian, terapi garam Patutrejo layak dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti, perawatan medis konvensional. Bagi wisatawan yang penasaran, metode pengobatan alternatif ini pun menjadi daya tarik tersendiri dalam wisata kesehatan di pesisir Purworejo.**