TRANS TV - Kerajinan Kayu Guci Tegal, UMKM yang Angkat Martabat Ekonomi Warga | Di balik keramaian objek wisata pemandian air panas Guci yang terletak di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Tegal, ada sebuah kreativitas lokal yang luar biasa. Mereka berhasil mengubah limbah kayu menjadi karya seni yang bernilai tinggi, sebuah fenomena yang menjadikan kerajinan kayu Guci Tegal sebagai salah satu klaster ekonomi kreatif yang layak diperhitungkan. Para pengrajin di sini memanfaatkan sisa-sisa potongan kayu jati, pinus, hingga kayu jati belanda dari bekas peti kemas yang dulunya hanya dianggap sebagai bahan bakar.
Sisa-sisa kayu tersebut kemudian diolah menjadi berbagai kerajinan kayu Guci Tegal yang menakjubkan, seperti patung, perlengkapan dapur, jam dinding kayu, hingga miniatur bangunan tradisional. Sentuhan tangan terampil warga Guci ini tidak hanya membantu mengurangi limbah kayu di kawasan wisata, tetapi juga menciptakan klaster ekonomi kreatif baru yang menyerap tenaga kerja lokal dan menjadi pilihan oleh-oleh khas bagi para pelancong.
Secara kultural, tradisi mengukir dan mengolah kayu di Guci mencerminkan kearifan lokal masyarakat yang adaptif dan menghargai alam sekitar—sebuah warisan budaya yang menjadikan kerajinan kayu Guci Tegal bukan hanya sekadar produk ekonomi, tetapi juga identitas komunitas. Tanpa bergantung pada mesin-mesin industri besar, para pemuda dan tetua desa dengan sabar memanfaatkan motif serat alami kayu untuk menciptakan produk yang otentik dan tahan lama.
Kini, hasil karya dari limbah kayu ini tidak hanya dijual di lapak-lapak wisata Guci, tetapi juga mulai merambah pameran UMKM tingkat nasional dan platform digital.**