Asal Usil

Penggunaan QRIS di Indonesia Meningkat Pesat, Bagaimana Uang Tunai?

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Penggunaan QRIS di Indonesia Meningkat Pesat, Bagaimana Uang Tunai? | Transformasi digital dalam sistem pembayaran nasional sedang mengalami lonjakan yang luar biasa, terutama dengan semakin populernya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan masyarakat. Menurut data dari Bank Indonesia, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah mencapai puluhan juta, dan volume transaksinya terus mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan berkat kemudahan transaksi nirkontak yang terintegrasi dalam berbagai dompet digital dan aplikasi perbankan.

Fenomena penggunaan QRIS di Indonesia tidak hanya terbatas pada pusat perbelanjaan modern di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau pedagang kaki lima, pasar tradisional, dan UMKM di daerah terpencil. Kepraktisan yang ditawarkan, tanpa perlu membawa uang tunai atau khawatir tentang kembalian, menjadi alasan utama bagi masyarakat urban untuk beralih dari transaksi tradisional ke layar ponsel pintar mereka.

Penggunaan QRIS di Indonesia juga semakin memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif, memberikan akses keuangan bagi jutaan pelaku usaha kecil yang sebelumnya kesulitan menerima pembayaran non-tunai. Meskipun digitalisasi berkembang pesat, uang tunai masih memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Uang kertas dan logam tetap menjadi alat pembayaran yang vital bagi kelompok masyarakat yang belum memiliki akses perbankan (unbanked), lansia yang kurang akrab dengan teknologi, serta warga di daerah terpencil yang menghadapi keterbatasan infrastruktur sinyal internet dan listrik.

Selain faktor keandalan teknis, transaksi tunai tetap bertahan karena menawarkan privasi dan kontrol anggaran yang lebih mudah secara fisik, sesuatu yang sulit ditandingi oleh saldo digital. Ini menunjukkan bahwa transisi menuju masyarakat tanpa uang tunai (cashless society) di Indonesia masih berjalan seiring dengan pola pembayaran konvensional, bukan menggantikannya sepenuhnya dalam waktu dekat. Penggunaan QRIS di Indonesia dan uang tunai tampaknya akan terus hidup berdampingan, saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat.**