TRANS TV – Bahaya Sedekah Disertai Kesombongan, Pahala Bisa Sirna Seketika | Ibadah sedekah sejatinya adalah ungkapan rasa syukur kita sekaligus cara untuk menyucikan harta dan jiwa di hadapan Allah SWT. Namun, pahala yang melimpah ini bisa lenyap seketika jika disertai dengan sikap sombong, pamer (riya'), atau tindakan menyebut-nyebut kebaikan yang bisa menyakiti perasaan penerima.
Al-Qur'an memberikan peringatan yang jelas tentang bahaya sedekah disertai kesombongan dalam Surah Al-Baqarah ayat 264, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membatalkan sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya' kepada manusia..." Ayat ini menekankan bahwa ketulusan niat adalah dasar utama; tanpa keikhlasan, setiap rupiah atau bantuan yang dikeluarkan dengan sikap congkak hanya akan menjadi amal yang sia-sia dan tidak berarti di akhirat.
Bahaya sedekah disertai kesombongan bukan hanya menghilangkan pahala, tetapi juga bisa mengubah amal baik menjadi dosa yang akan memberatkan pelakunya di hari perhitungan nanti. Dari sudut pandang hadis, Rasulullah SAW selalu mengingatkan kita untuk menjaga kerahasiaan dan kebersihan hati saat berbagi, agar terhindar dari jerat kesombongan. Dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim tentang tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di hari kiamat, beliau bersabda, "...dan seseorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya."
Bimbingan Nabi ini mengajarkan kita tentang keikhlasan yang sejati, di mana kebaikan dilakukan tanpa mengharapkan pujian, pengakuan dari orang lain, atau merasa lebih baik dari yang lain. Ketika seseorang bisa melepaskan rasa sombong saat bersedekah, amalan itu tidak hanya membuka pintu rezeki dan membawa berkah di dunia, tetapi juga membentuk karakter yang rendah hati dan memperkuat ikatan kasih sayang antar sesama. Bahaya sedekah disertai kesombongan menjadi pelajaran berharga bahwa kemurnian hati dan kerendahan hati adalah syarat utama agar sedekah kita diterima sebagai amal jariyah yang bermanfaat, baik di dunia maupun di akhirat.**