Kelana Wisata

Kampung Tajur Purwakarta, Pesona Adat Sunda di Kaki Gunung Burangrang

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Kampung Tajur Purwakarta, Pesona Adat Sunda di Kaki Gunung Burangrang | Di tengah maraknya destinasi wisata yang berlomba-lomba menghias diri dengan lampu neon dan spanduk berwarna-warni, Dusun Tajur di Desa Pasanggrahan, Kabupaten Purwakarta, memilih untuk tetap tenang dalam balutan monokrom yang khas. Terletak rapi di kaki Gunung Burangrang, Kampung Tajur Purwakarta menawarkan pemandangan yang semakin langka di era digital ini. Jauh dari kebisingan knalpot dan hiruk-pikuk kota, ritme kehidupan di sini mengalir pelan, dijaga oleh keramahan warga yang setia memelihara adat istiadat leluhur mereka.

Saat memasuki kawasan wisata edukasi yang luasnya belasan hektar, mata kita langsung disambut oleh deretan rumah panggung tradisional Sunda yang anggun berjejer. Dominasi cat hitam dan putih pada dinding-dinding panggung bukan hanya soal estetika. Para tetua kampung telah sepakat tentang maknanya sejak puluhan tahun lalu, hitam melambangkan tanah tempat berpijak, sementara putih mencerminkan kesucian hati dan kesederhanaan hidup yang harmonis dengan alam sekitar.

Namun, Kampung Tajur Purwakarta bukan sekadar pemandangan indah yang statis. Denyut kehidupan di sini bergantung pada keringat para petani yang mengolah ladang timun, kol, dan berbagai sayuran segar di antara perbukitan hijau. Menyusuri jalan setapak di antara pepohonan, pengunjung bisa melihat langsung warga yang dengan penuh ketekunan menjaga tradisi agraris nenek moyang mereka.

Di teras-teras rumah panggung, para ibu kampung sibuk menganyam kerajinan tangan atau meracik rengginang beras ketan beraroma terasi yang dijemur di bawah sinar matahari pagi sebelum disajikan untuk tamu. Bagi pelancong yang memilih menginap di homestay kayu, pengalaman yang didapat bukan hanya sekadar tidur malam, melainkan kehangatan yang terasa sangat autentik. Bangun pagi dengan sepinggan rengginang renyah di tangan dan pemandangan kabut tipis yang menyelimuti lereng Burangrang, adalah sensasi yang mengingatkan kita pada masa kecil saat berlibur di rumah nenek di kampung halaman.**