Kelana Wisata

Pengrajin Cobek Batu Tegal, Filosofi Kesabaran dan Kearifan Lokal

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Pengrajin Cobek Batu Tegal, Filosofi Kesabaran dan Kearifan Lokal | Menjelajahi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, perhatian akan tertuju pada Desa Danawarih di Kecamatan Balapulang, sebuah wilayah yang hidup dari suara benturan besi dan batu yang khas. Di sinilah para pengrajin cobek batu tradisional mengabdikan diri pada warisan leluhur yang telah berlangsung turun-temurun. Sepanjang pekarangan rumah warga, tumpukan bongkahan batu kali basalt hitam siap dipahat secara manual menjadi berbagai peralatan dapur yang dibutuhkan masyarakat.

Keistimewaan cobek buatan Danawarih terletak pada materialnya yang murni dari batu lereng gunung, tanpa campuran semen sedikit pun. Melalui keahlian tangan para pengrajin cobek batu yang terampil, batu-batu masif tersebut ditaklukkan dengan tatah dan palu, berubah menjadi cobek, ulekan, hingga piring saji batu yang tidak hanya artistik tetapi juga awet dan tidak luntur. Produk-produk pengrajin cobek batu ini sangat diburu oleh para pencinta kuliner Nusantara dan pengusaha restoran di berbagai kota besar.

Daya tarik Desa Danawarih tidak hanya pada transaksi ekonomi kreatifnya, tetapi juga pada filosofi kerja keras dan kearifan lokal yang tertanam dalam setiap pahatan. Proses pembuatan sebuah cobek batu adalah wujud nyata dari kesabaran, sepasang tangan pengrajin cobek batu harus jeli membaca serat batu agar tidak pecah saat dibentuk secara presisi. Aktivitas memahat batu ini terintegrasi erat dengan ritme alam dan pariwisata religi sekitar, seperti Makam Pangeran Purbaya dan Bendungan Danawarih.

Mengamati debu-debu batu beterbangan disorot sinar matahari memberikan pemandangan humanis yang menyentuh, mengingatkan kita pada nilai-nilai luhur yang dijaga oleh para pengrajin cobek batu. Di tengah gempuran perkakas dapur modern berbasis plastik dan mesin otomatis, para pengrajin di Danawarih tetap setia merawat tradisi lama, mengukir nafkah dari kerasnya batu kali.