Dokter Traveler

Benarkah Manfaat Teripang Dapat Menyebuhkan Dabetes?

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Benarkah Manfaat Teripang Dapat Menyebuhkan Dabetes? | Belakangan, kabar mengenai khasiat teripang atau timun laut dalam membantu pengendalian diabetes kian santer terdengar di berbagai kanal informasi kesehatan. Tak sekadar mitos nelayan, klaim soal manfaat teripang untuk diabetes kini mulai menemukan pijakannya di ranah ilmiah, sebut saja ulasan yang dimuat dalam jurnal Marine Drugs mengenai senyawa bioaktif yang dikandungnya. Fukoidan, peptida teripang, dan asam lemak tak jenuh memang menunjukkan aktivitas antiinflamasi serta antioksidan yang kuat dalam sejumlah penelitian. Hasil-hasil awal ini tentu menarik perhatian, terutama bagi mereka yang mencari alternatif pendukung pengelolaan gula darah.

Lebih spesifik, ekstrak teripang terbukti berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin dan meredam aktivitas enzim alpha-glucosidase di saluran pencernaan. Enzim inilah yang bertugas memecah karbohidrat menjadi glukosa; dengan pengendaliannya, lonjakan gula darah pasca makan pada penderita diabetes tipe 2 bisa ditekan lebih awal. Temuan ini memberikan secercah harapan bahwa teripang bisa menjadi bagian dari strategi pendukung dalam manajemen diabetes, meskipun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya pada manusia.

Meski demikian, para ahli tak ingin publik terlena oleh narasi manis tersebut. Dr. Frank Hu, Profesor Nutrisi dan Epidemiologi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, menyatakan bahwa hingga detik ini belum ada bukti valid bahwa satu jenis pangan saja, teripang termasuk, mampu mengobati diabetes secara menyeluruh. Fakta di lapangan, sebagian besar studi terkait masih berskala laboratorium atau uji hewan, sementara bukti klinis manusia berbasis randomized controlled trial dalam skala besar masih sepi. Artinya, klaim-klaim yang beredar perlu disikapi dengan hati-hati dan tidak boleh menggantikan pengobatan medis yang telah terbukti.

Karena itu, teripang sebaiknya dipandang sebagai pelengkap nutrisi dalam pola makan seimbang, bukan pengganti terapi medis yang sudah tersertifikasi. Pendekatan bijak, tentu saja, tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikannya bagian dari rutinitas keseharian. Teripang mungkin memiliki potensi sebagai makanan fungsional yang bermanfaat, namun tidak ada jalan pintas dalam pengelolaan diabetes yang efektif selain pola hidup sehat, pengobatan teratur, dan bimbingan tenaga medis profesional.**