Favorite TV Program

BASA-BASI: Menikah karena Uang atau Cinta, Mana yang Lebih Penting?

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Menikah karena Uang atau Cinta, Mana yang Lebih Penting? | Perdebatan klasik antara memilih stabilitas finansial atau keharmonisan emosional sebagai fondasi pernikahan kerap kali terjebak dalam dikotomi yang terlalu menyederhanakan realitas ikatan suami-istri. Di satu sisi, kecukupan ekonomi memang bukan sekadar pelengkap, melainkan jaring pengaman utama yang menjaga kapal rumah tangga dari goncangan stres sehari-hari. Menikah karena uang atau cinta adalah pertanyaan yang terus relevan di setiap generasi dan tidak memiliki jawaban tunggal yang mutlak.

Berbagai riset sosiologi keluarga menunjukkan bahwa persoalan keuangan secara konsisten menjadi salah satu pemicu utama keretakan dan perceraian di berbagai negara. Menikah karena uang atau cinta tanpa dibarengi kecocokan karakter dan komunikasi yang sehat justru ibarat membangun rumah di atas tanah goyah. Kesejahteraan finansial memang sanggup membeli kenyamanan material, tetapi ia tidak pernah memiliki garansi otomatis untuk memproduksi kehangatan spiritual, rasa saling menghormati, serta keintiman emosional yang menjadi bahan bakar utama ketahanan hubungan jangka panjang.

Di titik ini, pandangan para ahli hubungan modern menawarkan perspektif yang lebih utuh dan rasional mengenai menikah karena uang atau cinta. Dr. John Gottman, pakar hubungan perkawinan terkemuka dari The Gottman Institute, menegaskan bahwa penentu utama kelanggengan rumah tangga bukanlah seberapa tebal dompet pasangan, melainkan bagaimana stabilitas finansial tersebut dikelola bersama di atas fondasi komunikasi yang harmonis. Dalam ulasannya, Gottman menyatakan, "Perbedaan atau kesusahan finansial jarang sekali menghancurkan pernikahan dengan sendirinya; yang meruntuhkannya adalah bagaimana pasangan gagal berkomunikasi dan berempati saat menghadapi tekanan tersebut."

Pada akhirnya, menikah karena uang atau cinta bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan secara ekstrim. Stabilitas ekonomi bertindak sebagai tiang penyangga fisik yang kokoh, sementara keharmonisan emosional adalah jiwa yang memberi kehidupan di dalam rumah tangga tersebut. Keduanya saling melengkapi demi menciptakan ikatan perkawinan yang tangguh dan bermakna. Menikah karena uang atau cinta adalah keputusan kompleks yang membutuhkan keseimbangan antara akal dan hati.**

Photo by Kenzhar Sharap