TRANS TV - Kuah Beulangong khas Aceh, Kuliner Legendaris Kaya Rempah | Menyebut Serambi Mekkah, kita tak bisa lepas dari kuliner berempah yang menggugah selera, dan Kuah Beulangong khas Aceh adalah salah satu bintang utama dalam daftar tersebut. Istilah beulangong sendiri merujuk pada belanga atau kuali besar yang menjadi tempat memasak utama. Yang menarik, hidangan tradisional ini berbahan dasar daging kambing atau sapi dan dibuat tanpa seujung minyak goreng pun.
Daging segar dicampur dengan bumbu halus yang melimpah, seperti cabai, jahe, bawang, dan yang paling penting, kelapa gongseng (u neumuloh) yang dihaluskan hingga mengeluarkan minyak alaminya. Resep legendaris Kuah Beulangong khas Aceh ini semakin kaya dengan tambahan potongan nangka muda (boh panah) atau pisang muda (boh meukeh), yang direbus perlahan selama hampir dua jam, menghasilkan kuah kental berwarna kemerahan dengan rasa gurih, pedas, kaya rempah, dan sedikit manis yang meresap sempurna.
Lebih dari sekadar hidangan untuk mengisi perut, Kuah Beulangong khas Aceh juga mengandung nilai filosofis dan kearifan lokal yang menjaga silaturahmi masyarakat Aceh dari generasi ke generasi. Masakan ini hampir selalu disajikan dalam porsi besar, disiapkan untuk memberi makan puluhan hingga ratusan orang sekaligus. Tak heran jika kuah beulangong menjadi menu wajib saat kenduri adat, perayaan Maulid Nabi, hingga acara besar keluarga.
Proses memasaknya pun sering melibatkan tradisi gotong royong para pria kampung, mulai dari meracik bumbu, memotong daging, hingga bergantian mengaduk kuali raksasa di atas tungku kayu bakar. Ketika kuah yang kaya rempah ini disajikan hangat dengan nasi putih di atas daun pisang, di sinilah kehangatan kebersamaan dan identitas budaya Aceh berpadu dalam setiap suapan yang tak terlupakan. Kuah Beulangong khas Aceh bukan hanya sekadar makanan, melainkan warisan leluhur yang terus dirawat dan dirayakan oleh generasi demi generasi di tanah rencong.**