TRANS TV - Mengapa Kita Harus Mengutamakan Urusan Akhirat daripada Urusan Dunia? | Menjalani hidup di tengah arus modernitas yang begitu cepat sering kali membuat kita terjebak dalam perlombaan untuk mengumpulkan materi dan status sosial, seolah-olah dunia ini adalah tempat yang abadi tanpa akhir. Namun, esensi penciptaan manusia sebenarnya bukanlah untuk terikat pada kilau duniawi yang sementara, melainkan untuk menjadikan dunia ini sebagai ladang untuk menyiapkan kehidupan akhirat yang sejati dan kekal. Mengutamakan urusan akhirat adalah kunci untuk menemukan kebahagiaan sejati yang seharusnya menjadi prioritas utama bagi setiap Muslim.
Kesadaran akan kefanaan ini diungkapkan dengan jelas oleh Allah SWT dalam QS Ar-Rahman ayat 26, "Semua yang ada di bumi itu akan binasa." Pernyataan tegas ini menjadi pengingat bagi setiap jiwa bahwa segala bentuk kemewahan, jabatan, dan keindahan fisik yang dikejar siang malam pada akhirnya akan sirna. Oleh karena itu, mengutamakan urusan akhirat bukan berarti kita harus meninggalkan dunia sepenuhnya dan bersikap pasif, melainkan seni untuk menata ulang niat agar setiap tarikan napas, pekerjaan, dan harta kita bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Ketika paradigma mengutamakan urusan akhirat menjadi kompas utama dalam hidup kita, cara pandang kita terhadap sesama pun akan berubah secara mendasar. Orientasi akhirat membebaskan jiwa dari penyakit kesombongan dan persaingan yang tidak sehat, karena nilai seseorang tidak lagi diukur dari status ekonomi atau garis keturunan, melainkan dari kedalaman spiritualnya di hadapan Sang Pencipta. Ini sejalan dengan penegasan Allah SWT dalam QS Al-Hujurat ayat 13, "Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa."
Peringatan ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim, "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta benda kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal perbuatan kalian." Pada akhirnya, mengutamakan urusan akhirat adalah seni menjalani kehidupan dengan tangan yang aktif bekerja di dunia, namun dengan hati yang terpaku erat pada rida Illahi. Mengutamakan urusan akhirat adalah investasi abadi yang tak ternilai harganya dan kunci meraih kemuliaan sejati yang tidak akan habis digilas oleh waktu.**