My Trip My Adventure

Merasakan Kedamian di Pantai Anameha Sumba yang Jauh dari Kebisingan Kota

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Merasakan Kedamian di Pantai Anameha Sumba yang Jauh dari Kebisingan Kota | Membahas keindahan Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur seolah tak pernah kehabisan cerita menarik, terutama jika kita berani menjelajahi lebih jauh ke sisi selatan barat daya pulau yang dikenal dengan kayu cendana ini. Di sinilah kita menemukan Pantai Anameha Sumba, atau yang sering ditulis Ana Meha, sebuah surga tenang seluas sekitar satu hektar yang terletak di barat Dusun Kawula, Desa Tana Mete, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya. Pantai Anameha Sumba adalah destinasi yang menawarkan keindahan alam yang masih sangat alami dan terjaga dari pengaruh komersialisasi.

Keindahan pantai perawan Anameha Sumba ini mematahkan gambaran umum pantai-pantai lainnya, berkat benteng alam berupa tebing hijau yang tinggi dan megah di sisi timur dan selatannya, sementara sisi utara yang landai menjadi gerbang alami bagi para pengunjung. Begitu kita menginjakkan kaki di pasir putihnya yang lembut seperti kain sutra, mata kita langsung dimanjakan oleh ombak lautan lepas yang garang, menantang bagi para pecinta olahraga air, dan kontras dengan tebing berlubang yang menyerupai cincin, mirip dengan pesona Tanah Lot di Bali.

Namun, yang membuat Pantai Anameha Sumba benar-benar istimewa adalah keberadaan menara alam kuno berupa bongkahan batu karang raksasa yang berdiri kokoh seperti candi, dengan puncaknya membentuk siluet alami seorang gadis bersanggul. Keunikan geologis ini tidak hanya menambah daya tarik visual, tetapi juga memiliki nilai fungsional dan kearifan lokal yang penting. Di bawah kaki batu candi tersebut, mengalir mata air tawar yang jernih dan tak pernah kering, yang setiap harinya ditimba oleh warga setempat untuk kebutuhan memasak dan minum.

Nama Anameha sendiri berakar dari kisah tutur lisan nelayan legendaris setempat bernama Meha, yang dahulu kerap bersila di puncak batu candi ini dan selalu dianugerahi keberkahan hasil tangkapan laut yang melimpah. Menepi ke Pantai Anameha Sumba bukan sekadar urusan berburu konten visual estetis, melainkan sebuah ziarah sensorik yang intim untuk merekam harmoni antara misteri berkat alam, keluhuran budaya Sumba, dan kedamaian mutlak yang jauh dari hiruk-pikuk kesibukan kota.**