My Trip My Adventure

Bukit Wairinding, Sabana Bergelombang, Hijau di Musim Hujan, Emas di Kemarau

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Bukit Wairinding, Sabana Bergelombang, Hijau di Musim Hujan, Emas di Kemarau | Setiap perjalanan ke Sumba Timur akan terasa hambar tanpa singgah di Bukit Wairinding, sebuah mahakarya alam yang terletak di Desa Pambotanjara, hanya sekitar 30 menit berkendara dari pusat Kota Waingapu. Hamparan perbukitan sabana yang bergelombang bagaikan ombak raksasa yang membeku ini menyuguhkan lanskap teatrikal yang senantiasa berubah sesuai musim. Bukit yang indah ini menjadi destinasi wajib bagi para pencinta alam yang mendambakan keunikan Nusantara.

Pada musim hujan, antara Januari hingga April, Bukit Wairinding menjelma menjadi hamparan beludru hijau yang subur dan menyejukkan, mengingatkan pada pemandangan perbukitan di Selandia Baru. Namun, saat musim kemarau tiba di pertengahan tahun, vegetasinya berubah menjadi lautan emas kecokelatan yang gersang namun eksotis, memperlihatkan karakter alam Sumba yang liar, sunyi, dan penuh puisi. Keindahan **Bukit Wairinding** yang selalu berubah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong.

Lebih dari sekadar panorama yang indah secara visual, Bukit Wairinding adalah ruang di mana alam dan budaya Sumba berpadu dalam harmoni yang erat. Di puncak bukit, angin kencang berembus tanpa halangan, membawa kesunyian yang justru menenangkan jiwa. Di lereng-lerengnya, anak-anak lokal dengan senyum ramah sering menawarkan jasa sewa kain tenun ikat khas Sumba, memperkenalkan warisan budaya yang hidup kepada para wisatawan yang berkunjung.

Sesekali, kawanan kuda liar Sumba melintas bebas, menciptakan siluet magis saat matahari perlahan tenggelam dan membakar langit menjadi jingga keunguan. Menghabiskan senja di Bukit Wairinding adalah pengalaman reflektif yang mendalam, mengingatkan kita akan keindahan Nusantara yang autentik, di mana bentang alam yang megah berpadu dengan denyut kehidupan komunal masyarakat Marapu yang abadi.**