TRANS TV - Salah Pergaulan pada Anak, Saatnya Bangun Safe Space | Menjaga keliuarga dari salah pergaulan pada anak di era disrupsi informasi dan kaburnya sekat sosial saat ini telah menjadi tantangan paling menguras energi bagi orang tua, baik yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan. Lingkungan yang kurang tepat, baik dalam bentuk tongkrongan jalanan yang destruktif maupun ekosistem digital yang tak teregulasi, sering kali menjadi ruang inkubasi bagi perilaku menyimpang remaja yang berbahaya. Salah pergaulan pada anak adalah masalah yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen keluarga.
Data empiris dari berbagai studi sosiologi perkotaan menunjukkan bahwa krisis identitas pada remaja usia 12 hingga 18 tahun sering kali dipicu oleh hilangnya figur pelindung yang hangat di rumah, yang kemudian mendorong mereka mencari validasi instan di luar tembok rumah. Salah pergaulan pada anak ini diperparah oleh tekanan kelompok sebaya yang bergerak masif dan sulit dihindari. Ketika anak merasa terasing dan tidak dipahami di lingkungan domestik, mereka akan dengan sukarela meleburkan diri ke dalam subkultur kelompok apa pun yang mau menerima mereka.
Untuk membentengi anak dari paparan lingkungan yang keliru dan mencegah salah pergaulan pada anak, pendekatan yang bersandar pada otoriterisme kolot orang tua terbukti sudah tidak lagi efektif di zaman modern. Dr. Laurence Steinberg, pakar psikologi remaja dari Temple University, mengungkapkan bahwa kontrol eksternal yang mengekang justru memicu resistensi tersembunyi pada anak. Menurut risetnya dalam Journal of Research on Adolescence, kunci proteksi anak terletak pada pembangunan "otonomi terbimbing" dan penguatan ikatan emosional yang demokratis.
Orang tua harus mampu mentransformasikan rumah menjadi ruang aman yang komunikatif untuk mencegah salah pergaulan pada anak. Dengan demikian, anak akan memiliki kompas internal yang kuat untuk menyaring interaksi sehat dan toksik. Membimbing anak bersosialisasi berarti melatih nalar kritis mereka agar mampu berkata "tidak" pada pengaruh buruk, di mana pun mereka berada. Salah pergaulan pada anak dapat dicegah dengan pendekatan yang tepat dan komunikasi yang terbuka.**