Favorite Culinary

IKON KULINER: Ayam Panggang Wonogiri Matang Merata Hingga ke Tulang

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Ayam Panggang Wonogiri Matang Merata Hingga ke Tulang | Menjelajahi peta kuliner Jawa Tengah rasanya belum lengkap jika lidah kita belum merasakan langsung keistimewaan ayam panggang Wonogiri. Ini adalah sebuah mahakarya kuliner lokal yang kelezatannya telah diakui sebagai salah satu ikon Kuliner Nusantara. Berbeda dari kebanyakan ayam panggang modern yang sering mengandalkan bumbu instan dari blender, rahasia keistimewaan hidangan legendaris di tanah gaplek ini, seperti yang masih terjaga di warung Ayam Panggang Waris di Purwantoro, terletak pada kesetiaan mereka dalam merawat tradisi manual.

Bumbu-bumbu dasar seperti bawang merah dan putih, kemiri sangrai, ketumbar, cabai merah segar, hingga parutan jeruk purut yang harum harus diulek secara tradisional di atas cobek batu. Ini bertujuan untuk mengeluarkan minyak alami dari rempah-rempah yang membuat ayam panggang Wonogiri menjadi gurih dan meresap sempurna. Keunikan paling mencolok dari proses memasaknya adalah ayam utuh yang sama sekali tidak melalui proses perebusan (ungkep) terlebih dahulu, berbeda dari kebanyakan resep ayam bakar.

Tanpa sentuhan air sedikit pun, ayam kampung muda berusia dua bulan ditusuk dengan bilah bambu dan langsung diletakkan di atas panggangan tradisional. Proses pembakaran lambat yang hanya memanfaatkan hawa panas tanpa menyentuh api langsung inilah yang berhasil mengunci saripati daging ayam panggang Wonogiri. Hasil akhirnya adalah permukaan luar ayam yang bersih tanpa bercak gosong hitam, namun matang merata hingga ke tulang.

Ledakan rasa yang sesungguhnya baru dimulai ketika ayam setengah matang diangkat, disiram dengan tumisan bumbu ulek yang telah mengental karena karamelisasi gula merah, kemudian dipanggang kembali untuk proses penguncian rasa. Kombinasi teknik kuno ini melahirkan harmoni rasa manis-gurih legit, sengatan bumbu medok, serta aroma wangi jeruk purut.**