Favorite Culinary

IKON KULINER: Sate Kere Solo, Ikon Kuliner yang Sarat Sejarah Perlawanan

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Sate Kere Solo, Ikon Kuliner yang Sarat Sejarah Perlawanan | Menyusuri gang-gang hangat di Kota Solo, pasti terbayang kuliner khas Solo yang tak bisa dipisahkan dari salah satu ikon klasiknya yang kaya sejarah dan kesederhanaan, Sate Kere Solo. Di balik kepulan asap tipis yang menguar dengan aroma panggangan yang menggoda, kudapan ini menyimpan kisah perlawanan budaya dari masyarakat kelas bawah di masa kolonial. Sate Kere Solo lahir dari kreativitas warga kecil yang ingin tetap menikmati sate meski dengan keterbatasan ekonomi.

Saat daging utuh menjadi barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan bangsawan dan meneer Belanda, masyarakat biasa di Solo berinovasi dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana. Mereka menggunakan ampas tahu atau tempe gembus, serta sisa jeroan sapi seperti baceman sandung lamur, usus, dan kikil. Bahan-bahan ini dimarinasi dalam kuah bacem yang manis, gurih, dan kaya rasa. Setelah itu, ditusuk rapi dan dibakar di atas bara arang yang membara. Sate Kere Solo adalah bukti nyata bahwa keterbatasan justru bisa melahirkan mahakarya rasa.

Sensasi sejati menikmati Sate Kere Solo terletak pada ledakan tekstur dan balutan bumbu kacangnya yang khas. Berbeda dengan sate Madura yang cenderung halus dan encer, bumbu kacang pada hidangan ini bertekstur lebih kasar, kental, dan dominan rasa manis-pedas yang berani. Saat tusukan tempe gembus yang empuk dan lembut berpadu dengan jeroan kenyal yang juicy di dalam mulut, siraman bumbu kacang hangat serta irisan bawang merah mentah dan cabai rawit seketika mengunci kelezatannya.

Menyantap Sate Kere Solo, ditemani potongan lontong yang pulen di atas pincuk daun pisang tradisional, bukan sekadar urusan memanjakan lidah yang lapar. Ia adalah sebuah ritual untuk merayakan warisan masa lalu. Sate Kere Solo dengan kesederhanaan rasanya berhasil mendobrak sekat-sekat kelas sosial yang kaku. Kini, ia justru naik kelas menjadi kuliner khas Solo yang diburu para pelancong dari berbagai penjuru.**