TRANS TV - Meriam Bellina Ungkap Alasan Tak Mau Terbuka Soal Konflik Rumah Tangga | Meriam Bellina memilih untuk tetap diam di tengah gempuran isu negatif seputar perceraiannya. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Meriam mengungkapkan alasan kuat di balik sikapnya. Menurutnya, merendahkan mantan pasangan di depan umum sama saja dengan melukai anak-anaknya yang juga memiliki darah sang ayah. "Kalau kita saling menjatuhkan, itu ada darahnya. Darah bapaknya ada di anak-anakku. Sama saja aku menjatuhkan anak-anak," tegas Meriam.
Ia menegaskan bahwa perceraian bukanlah kesalahan satu pihak, melainkan takes two to tangle, keduanya memiliki peran. Meriam juga mengakui bahwa ia harus mengatasi egonya setiap saat, terutama ketika wartawan mulai menanyakan hal-hal sensitif. Namun, ia memilih untuk fokus pada tujuannya yang utama: bercerai dengan cara yang baik dan membesarkan anak-anak tanpa pengaruh negatif dari luar. "Tujuannya hanya untuk bercerai dengan sebaik mungkin," ujarnya dengan tegas.
Meriam Bellina juga mengungkapkan bahwa ia lebih memilih untuk mengisi waktunya dengan hal-hal yang lebih bermanfaat daripada terjebak dalam gosip dan spekulasi publik. Ia mengakui pernah mengalami serangan panik, tetapi berhasil mengatasinya dengan berdoa dan fokus pada pekerjaannya serta pengasuhan anak. "Aku memilih untuk menyibukkan diri dengan hal-hal yang lebih produktif dan menghasilkan uang," kata Meriam.
Ia juga mengaku sengaja tidak membaca berita tentang dirinya di media sosial agar tidak terprovokasi secara emosional dan tetap kuat menjalani hari-harinya sebagai seorang ibu tunggal. "Saya tidak melihat, tidak membaca, dan itu yang bisa bikin kuat dan konsentrasi," tambahnya. Ketika anak-anaknya besar dan bertanya, Meriam berencana untuk menjelaskan semuanya dengan jujur, tanpa mengurangi atau melebih-lebihkan.
Baginya, diam adalah cara terbaik untuk melindungi anak-anaknya dari luka batin yang lebih dalam. Meriam Bellina menunjukkan bahwa bersikap dewasa dalam menghadapi konflik rumah tangga adalah pilihan yang jauh lebih mulia daripada hanya memuaskan amarah sesaat.**