i-Pedia

Kura Kura Belawa Cirebon, Satwa Endemik Penjaga Keseimbangan Alam

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Kura Kura Belawa Cirebon, Satwa Endemik Penjaga Keseimbangan Alam | Menjelajahi sudut-sudut tenang di Kabupaten Cirebon akan membawa kamu ke sebuah situs konservasi yang unik di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang. Di balik rimbunnya pepohonan, terdapat satwa endemik langka bernama Amyda cartilaginea, yang oleh penduduk setempat akrab disebut sebagai kura-kura belawa Cirebon. Kura-kura air tawar ini memiliki cangkang lunak dengan cekungan punggung yang khas, dan keberadaannya sangat terbatas. 

Menurut penelusuran dari berbagai sumber visual, kura-kura belawa Cirebon ternyata memiliki hubungan yang erat dengan mitos asal-usul lokal yang telah diwariskan turun-temurun sejak abad ke-14. Diceritakan, satwa purba ini diyakini sebagai penjelmaan dari murid-murid seorang tokoh sakti bernama Ki Jaka Pekik, yang dikutuk karena melanggar pantangan tertentu. Kolam pemandian kuno yang menjadi habitat utama mereka bukan sekadar tempat penangkaran biasa. Ia adalah petilasan spiritual, di mana masyarakat lokal melakukan ritus penghormatan dan memandang kura-kura belawa Cirebon sebagai penjaga keseimbangan alam yang keramat dan penuh mistis.

Data lapangan menunjukkan bahwa populasi kura-kura belawa Cirebon yang telah berusia ratusan tahun ini tetap lestari bukan karena penangkaran modern, melainkan karena adanya tabu kolektif yang kuat. Warga setempat dilarang keras untuk menyakiti, membunuh, atau bahkan mengonsumsi satwa tersebut, karena diyakini akan mendatangkan bala atau malapetaka bagi pelanggarnya. Hubungan simbiosis mutualisme antara manusia yang menghormati dan satwa yang tenang ini menciptakan atmosfer mistis yang magis sekaligus menenangkan jiwa.**