TRANS TV - Melongok Desa Wisata Kampung Tajur, Menyelami Ritme Hidup Agraris | Tersembunyi di lereng Gunung Sanggabuana yang sejuk, tepatnya di Desa Pasanggrahan, Purwakarta, Desa Wisata Kampung Tajur berdiri kokoh sebagai benteng terakhir pelestarian arsitektur dan filosofi hidup Sunda kuno yang kini kian langka dan sulit ditemukan. Keunikan utama dari pemukiman tradisional ini terletak pada konsistensi warganya dalam mempertahankan bentuk rumah panggung yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti kayu dan bambu, dengan atap khas berbentuk julang ngapak. Bentuk atap ini bukan tanpa makna, ia merupakan penghormatan yang mendalam terhadap keseimbangan ekologi, sebuah nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Di Desa Wisata Kampung Tajur, setiap bangunan diatur rapi menghadap ke arah yang sama. Tata letak ini secara visual mencerminkan keseragaman batin, kerukunan, dan keteraturan sosial masyarakatnya yang sangat kuat. Wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Kampung Tajur tidak hanya akan disuguhi pemandangan alam perbukitan yang asri dan menyejukkan mata. Lebih dari itu, mereka diajak untuk menyelami secara langsung ritme hidup agraris yang autentik. Mulai dari menyaksikan teknik menumbuk padi tradisional menggunakan lisung, hingga mencicipi kuliner khas yang dimasak di atas tungku kayu bakar, yang menghasilkan aroma smoky khas yang sangat menggugah selera dan sulit ditiru oleh peralatan modern.
Lebih dari sekadar tempat rekreasi biasa, Desa Wisata Kampung Tajur sebenarnya adalah sebuah laboratorium hidup yang menyimpan kearifan lokal, mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan yang sejati di tengah arus modernisasi yang semakin tak terkendali. Masyarakat setempat dengan teguh memegang prinsip mulia leuweung ruksak, cai beak, manusa sangsara (hutan rusak, air habis, manusia sengsara). Prinsip ini menjadi dasar utama mereka dalam menjaga kelestarian alam di sekitar desa wisata agar tetap terjaga.
Di lapangan, terlihat bahwa kombinasi yang harmonis antara pelestarian budaya dan pengelolaan pariwisata berbasis komunitas di Purwakarta ini telah berhasil menggerakkan ekonomi lokal. Peningkatan tersebut terjadi tanpa merusak struktur sosial dan budaya yang telah ada. Istimewanya, daya tarik utama Desa Wisata Kampung Tajur tidak terletak pada kemewahan fasilitas atau modernitas bangunan. Tetapi pada kemampuannya untuk memberikan pengalaman spiritual dan emosional yang mendalam.**