TRANS TV - Belanja Oleh-Oleh Haji di Tanah Abang, Jamaah Ringan Pedagang Berkah | Fenomena ribuan jamaah haji yang memenuhi setiap lorong Pasar Tanah Abang ketika tiba di tanah air bukan hanya sekedar urusan belanja biasa. Lebih dari itu, ini adalah cara cerdas yang digunakan oleh masyarakat perkotaan untuk menghadapi kondisi logistik penerbangan yang semakin sulit dan ketat. Karena batasan bagasi yang biasanya hanya sekitar 32 kilogram, banyak jamaah memilih membeli oleh-oleh haji di Tanah Abang, mencari kurma, kismis, hingga sajadah di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara ini.
Langkah ini lebih efisien dibandingkan membayar denda atas kelebihan beban bagasi yang bisa membuat uang di dompet berkurang secara mendadak. Ekonomi di area Tanah Abang tumbuh sangat cepat setiap kali musim haji tiba. Para pedagang lokal sudah bijak dalam menyiapkan stok produk impor yang hampir mirip dengan barang yang ada di Makkah atau Madinah. Dengan begitu, para jamaah tetap bisa merawat tradisi berbagi berkah kepada keluarga dan kerabat, tanpa merasa lelah membawa koper dan kotak-kotak berat yang harus diperjalankan lintas benua.
Di sisi lain, perubahan cara masyarakat Indonesia membeli oleh-oleh haji di Tanah Abang menunjukkan bahwa mereka kini lebih bijak dalam mengatur waktu dan energi selama beribadah di Tanah Suci. Ibadah ritual sebelumnya sering terganggu oleh urusan membeli suvenir dan cendera mata, kini mulai berubah menjadi lebih fokus dan khusyuk. Jamaah mulai merasa percaya diri untuk menyerahkan pengurusan logistik oleh-oleh kepada pasar dalam negeri yang menawarkan kualitas yang sama dengan harga yang biasanya lebih murah, dan tidak perlu repot mengangkut barang dari jarak yang jauh.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kebanyakan barang yang dijual di Arab Saudi berasal dari sistem distribusi global yang sama dengan barang yang masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, membeli oleh-oleh haji di Tanah Abang tidak dapat disebut sebagai penipuan terhadap masyarakat atau pengurangan nilai keberkahan. Ia merupakan solusi yang bijak dan saling memberi manfaat sekaligus turut mendorong perkembangan ekonomi daerah.
Nampaknya ini adalah bentuk hubungan saling menguntungkan yang jarang dan unik. Para jamaah merasa lebih mudah dalam bertransportasi dan merasa lebih ringan dalam beban mereka, sementara para pedagang di Tanah Abang mendapatkan keuntungan ekonomi karena masyarakat ingin membeli oleh-oleh yang membawa simbol-simbol spiritual dari haji. Membeli oleh-oleh haji di Tanah Abang kini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari ritual pulang jamaah haji Indonesia.**