TRANS TV - Kandungan Nutrisi Tempe dan Manfaat Sang Superfood Nabati | Tempe bukan sekadar lauk tradisional yang murah dan merakyat. Lebih dari itu, ia adalah mahakarya bioteknologi kuno warisan Nusantara yang kini mendapat pengakuan luas dari komunitas sains global sebagai superfood fungsional. Proses pembuatannya melibatkan fermentasi kacang kedelai menggunakan kapang Rhizopus oligosporus.
Secara biokimia, fermentasi ini memecah senyawa kompleks dalam kedelai menjadi nutrisi yang jauh lebih mudah diserap oleh sistem pencernaan manusia. Proses ajaib tersebut tidak hanya menghilangkan zat antinutrisi seperti asam fitat yang menghambat penyerapan mineral, tetapi juga melipatgandakan ketersediaan hayati protein serta menciptakan enzim protease yang sangat bermanfaat bagi usus.
Dr. Drew Ramsey dari Columbia University menekankan bahwa tempe adalah salah satu sumber probiotik nabati terbaik di dunia. Kandungan nutrisi tempe dan manfaatnya bagi mikrobioma usus sangat vital, karena usus yang sehat berkoneksi langsung dengan penguatan sistem imun dan bahkan stabilitas kesehatan mental seseorang.
Ditinjau dari profil nutrisinya yang mengesankan, setiap 100 gram tempe mengandung sekitar 19 hingga 20 gram protein berkualitas tinggi. Protein ini mencakup profil asam amino esensial yang lengkap, menjadikan tempe sebagai substitusi daging yang setara namun jauh lebih rendah lemak jenuh dan kolesterol.
Keunggulan lain dari kandungan nutrisi tempe dan manfaatnya terletak pada isoflavon, khususnya genistein dan daidzein. Kedua senyawa ini memiliki sifat antioksidan kuat yang mampu menangkal stres oksidatif dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung koroner. Data dari National Institutes of Health (NIH) bahkan menunjukkan bahwa kalsium dalam tempe memiliki tingkat penyerapan yang sebanding dengan susu sapi, menjadikannya garda terdepan dalam pencegahan osteoporosis di usia lanjut.**