Islam Itu Indah

Manfaat Bersyukur sebagai Jembatan Kedekatan kepada Allah

Islam Itu Indah
CLOSE
SHARE

TRANS TV - Manfaat Bersyukur sebagai Jembatan Kedekatan kepada Allah | Di tengah kesibukan kehidupan modern yang sering kali membuat kita terjebak dalam ambisi duniawi, kita sering lupa untuk meluangkan waktu sejenak dan bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya sudah bersyukur hari ini?” Padahal manfaat bersyukur dalam Islam jauh lebih dalam daripada sekadar ucapan di bibir, melainkan merupakan pengakuan tulus dari hati yang diwujudkan dalam tindakan nyata, dengan memanfaatkan semua nikmat yang Allah berikan sesuai dengan tujuan penciptaannya. 

Al-Qur’an menegaskan betapa pentingnya hubungan antara syukur dan kedekatan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Seperti yang dinyatakan dalam QS. Al-Baqarah ayat 152-153, “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Ayat ini memberikan dasar yang kuat bahwa syukur adalah kunci untuk mendapatkan perhatian istimewa dari Allah, yang harus diperkuat dengan kesabaran dan konsistensi dalam melaksanakan salat, terutama saat hidup menghadapi pasang surut.

Betapa mulianya posisi syukur dalam Islam, hingga Sayyidina Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menyatakan bahwa “Syukur adalah separuh dari iman.” Pernyataan ini menggambarkan betapa besar manfaat bersyukur bagi kualitas keimanan seseorang. Rasulullah SAW pun memberikan kabar gembira bagi mereka yang ingin menjadi bagian dari Al-Hammadun, yaitu kelompok yang pertama kali dipanggil masuk surga karena kebiasaan mulia mengucapkan “Alhamdulillah” baik saat menerima nikmat maupun ketika menghadapi ujian. 

Lebih dalam lagi, syukur sejati yang dikenal sebagai derajat Syakur adalah kemampuan luar biasa seorang hamba untuk tetap melihat kebaikan Allah meskipun musibah melanda kehidupannya. Dengan terus belajar bersyukur dan mendekatkan diri pada orang-orang saleh, ritme iman kita pun dapat terjaga dengan baik.**

Photo by Zeynep Sude Emek