
TRANS TV - Mitos Susu Kambing yang Dapat Menggantikan ASI, Benarkah? | Di tengah maraknya tren hidup sehat, muncul mitos yang cukup dapat perhatian di masyarakat yang menyebut bahwa susu kambing dapat menggantikan ASI, dan mampu memberikan nutrisi setara bahkan lebih baik dari air susu ibu. Anggapan ini sama sekali tidak berdasar dan perlu diluruskan.
Dari sudut pandang medis, tidak ada satu pun susu formula atau susu hewani, termasuk susu kambing, yang dapat menandingi kompleksitas nutrisi dan kekebalan tubuh yang terkandung dalam ASI. ASI memiliki komposisi imunologis yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan bayi, terutama pada usia 0-6 bulan.
Meskipun susu kambing memiliki molekul lemak dan protein yang lebih kecil sehingga lebih mudah dicerna, struktur gizinya tetap jauh dari sempurna untuk menggantikan peran vital ASI dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Oleh karena itu, kepercayaan bahwa susu kambing pengganti ASI adalah mitos yang harus dihilangkan.
Selain itu, anggapan bahwa susu kambing juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit infeksi seperti TBC atau asma perlu diluruskan. Susu kambing segar memang dapat berfungsi sebagai pendukung daya tahan tubuh, namun ia bukanlah obat. Fungsi susu kambing bagi penderita penyakit tertentu hanyalah sebagai suplemen untuk membantu pemulihan fisik, bukan sebagai pengganti obat-obatan medis.**