i-Pedia

Durian Bintan Rasa Enaknya Bisa Beda, Apa sih Rahasianya?

i-Pedia
CLOSE
SHARE

TRANS TV - Durian Bintan Rasa Enaknya Bisa Beda, Apa sih Rahasianya? | Kalau biasanya orang berburu durian montong atau musang king yang tebal dan mahal, di Bintan, ceritanya berbeda. Di pulau ini, durian justru hadir dalam ukuran mini, tapi rasanya luar biasa. Ini tentang durian bintan yang tumbuh di kebun-kebun tua, dirawat secara turun-temurun dengan cara yang unik, menggunakan garam, bukan pupuk. 

Para petani percaya, taburan garam di pangkal pohon membuat durian lebih tahan lama, sekaligus meningkatkan rasa dagingnya yang legit dan menggigit. Salah satu yang terkenal adalah durian bawang, kecil-kecil seperti cabe rawit, tapi begitu dibuka, rasa legitnya langsung menampar lidah. Ini bukan durian pasar, ini durian warisan.

Di balik Gunung Bintan, juga ada varian langka yang bikin penasaran, durian daun. Namanya begitu karena kulitnya tetap hijau meskipun sudah matang. Durian bintan jenis ini punya penggemar tersendiri, terutama bagi mereka yang peduli kolesterol. Teksturnya sedikit basah, rasa manisnya lembut seperti susu, dan kandungan lemaknya lebih rendah dibandingkan durian pada umumnya. Memang, daging buahnya tidak setebal durian komersial, tapi soal rasa, ini beda level. 

Mungkin itu yang membuat para penikmat rela menjelajahi kebun-kebun durian bintan di kaki gunung, duduk santai di bawah pohon yang sudah berusia puluhan tahun, dan menikmati durian yang jatuh sendiri, sebuah pengalaman yang terasa sangat personal dan murni.**