
TRANS TV - Menjemput Keberkahan Hidup di Setiap Sisa Hembusan Napas | Melihat rambut yang mulai memutih atau kerut di sudut mata saat berdiri di depan cermin, sering kali membuat kita terhenti sejenak. Ini bukan hanya tentang perubahan fisik. Dalam pandangan Islam, bertambahnya usia itu seperti suara adzan yang perlahan, mengingatkan kita bahwa waktu kita di dunia ini semakin terbatas.
Rasulullah SAW pernah mengingatkan dengan lembut, "Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya." (HR. Tirmidzi). Keberkahan hidup di usia senja bukan diukur dari seberapa banyak tabungan atau harta yang kita miliki, tetapi pada bagaimana kita mengisi hari-hari yang tersisa dengan keberkahan hidup.
Apakah setiap napas kita masih membawa ketenangan untuk diri sendiri dan kebaikan untuk orang lain? Apakah pengalaman hidup, baik pahit maupun manis, akhirnya berubah menjadi kebijaksanaan yang bisa menuntun anak-cucu kita? Itulah berkah sejati yang tak ternilai.
Allah mengingatkan kita dalam Surah Fatir ayat 37, "Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir? Dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan?"
Ayat ini seperti cermin, ia menanyakan apakah panjang umur yang kita terima sudah kita gunakan untuk benar-benar berpikir, untuk bertaubat, dan memperbaiki diri. Momen refleksi ini seharusnya membangkitkan semangat, bukan menimbulkan rasa takut. Di fase ini, shalat atau sedekah bukan lagi sekadar rutinitas kosong, melainkan menjadi percakapan intim dengan Sang Pencipta dan kebutuhan jiwa kita.**