
TRANS TV - Kopi Joss Jogja Banyak Penggemarnya Juga, ya! | Di tengah keramaian kedai kopi modern yang menjamur di Yogyakarta, ada satu warisan rasa yang tetap bertahan dengan cara yang unik, Kopi Joss. Minuman khas ini lahir dari kesederhanaan dan pertama kali diciptakan oleh Lek Man, seorang pedagang angkringan yang beroperasi dekat Stasiun Tugu sekitar tahun 1968.
Cerita ini dimulai ketika seorang pelanggan dari Jawa Timur meminta kopi kothok, kopi tradisional yang direbus dengan gula. Karena tidak bisa memenuhi permintaan tersebut, Lek Man pun berinisiatif dengan cara yang tak biasa, ia memasukkan bara arang panas ke dalam seduhan kopi. Hasilnya? Suara "joss!" yang khas saat arang menyentuh cairan, dan lahirlah minuman yang kemudian ditiru banyak orang hingga menjadi ikon kuliner malam di Jogja.
Meskipun disajikan dengan cara yang sederhana, Kopi Joss ternyata menyimpan manfaat yang mengejutkan. Arang dari kayu sambi yang digunakan bukan hanya sekadar pemanis, tetapi juga berfungsi sebagai penyerap racun alami yang dapat meredakan masuk angin, kembung, dan masalah pencernaan lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa arang dalam kopi ini mampu menurunkan kadar kafein hingga 20 persen, sehingga lebih ramah di perut.**