Favorite TV Program

SISI LAIN: Menelisik Kemampuan Luar Biasa Anak Indigo

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Menelisik Kemampuan Luar Biasa Anak Indigo | Istilah "anak indigo" mungkin sudah tidak asing lagi bagi banyak orang tua di Indonesia. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan anak-anak yang dianggap memiliki kepekaan luar biasa, intuisi yang tajam, atau bahkan kemampuan luar biasa anak indigo yang konon bisa melihat hal-hal yang tidak terlihat oleh mata biasa. Namun, penting untuk dicatat sejak awal, istilah ini bukan berasal dari penelitian psikologi, melainkan dari klaim Nancy Ann Tappe, seorang yang menyebut dirinya synesthete dan parapsikolog, yang pada akhir 1970-an mengaku bisa melihat "aura berwarna indigo" di sekitar anak-anak tertentu.

Konsep kemampuan luar biasa anak indigo ini kemudian menjadi populer berkat buku yang ditulis oleh Lee Carroll dan Jan Tober pada tahun 1999, jauh sebelum ada jurnal psikologi atau neurosains yang mengujinya secara empiris. Russell Barkley, seorang psikolog riset yang terkenal karena kontribusinya dalam studi ADHD selama bertahun-tahun, secara terbuka menyatakan bahwa gerakan ini tidak pernah menghasilkan bukti ilmiah yang mendukung keberadaan anak indigo sebagai kategori psikologis yang berbeda. Ciri-ciri yang diasosiasikan dengan kemampuan luar biasa anak indigo justru sangat umum, sehingga bisa merujuk pada hampir semua anak, sebuah pola yang dalam psikologi dikenal sebagai Forer effect atau efek validasi personal semu.

Yang menarik untuk ditelusuri lebih dalam adalah apa yang sebenarnya terjadi di balik label kemampuan luar biasa anak indigo ini. Steven Jay Lilienfeld, Scott Lynn, dan Jeffrey Lohr, dalam buku akademik mereka Science and Pseudoscience in Clinical Psychology, mencatat bahwa banyak anak yang diberi label "indigo" oleh orang tua mereka sebenarnya menunjukkan gejala yang lebih tepat dijelaskan dengan diagnosis yang diakui dalam dunia klini, mulai dari ADHD, gangguan oposisi-defiansi, hingga spektrum autisme, atau di sisi lain, anak-anak berbakat yang memiliki kebutuhan stimulasi kognitif yang berbeda dari teman-teman sebayanya.

Persoalannya, ketika orang tua memilih label spiritual seperti "indigo" ketimbang mencari asesmen psikologis yang tepat, anak berisiko kehilangan momentum penanganan dini yang sebenarnya bisa sangat menentukan tumbuh kembangnya. Bagi keluarga yang merasa anaknya terlihat berbeda dari anak-anak lain, langkah paling bertanggung jawab bukanlah mencari kategori mistis untuk menjelaskan kemampuan luar biasa anak indigo, melainkan berkonsultasi dengan psikolog anak atau psikiater untuk memahami apa yang sesungguhnya sedang terjadi pada si kecil, supaya bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan apa yang ia butuhkan, bukan sekadar sesuai dengan cerita yang paling nyaman didengar orang tuanya.**

Thumbnail Photo by cottonbro studio