TRANS TV - Kesabaran Para Perawat ODGJ Patut Diapresiasi | Di balik tembok rumah sakit jiwa dan puskesmas, ada sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang setiap hari berhadapan dengan kompleksitas jiwa manusia. Mereka adalah perawat ODGJ, garda terdepan dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa yang kerap diabaikan dan distigmatisasi masyarakat.
Profesi ini bukanlah pekerjaan biasa, dibutuhkan kesabaran ekstra, ketangguhan mental, dan keahlian khusus untuk menangani perilaku pasien yang terkadang tidak terduga. Seperti sering diusir dan ditolak saat melakukan kunjungan rumah. Namun, perjuangan Panjang mereka tak sedikit membuahkan hasil dinyatakan sembuh dan kembali produktif, seperti memelihara ternak hingga berkebun.
Peran perawat ODGJ kini semakin krusial seiring dengan target pemerintah yang menetapkan cakupan layanan kesehatan jiwa terhadap ODGJ berat sesuai Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan. Tak hanya di rumah sakit, puskesmas-puskesmas di berbagai daerah juga aktif melakukan penjangkauan melalui program kunjungan rumah dan pemberian obat jangka panjang. Namun, tantangan di lapangan masih sangat berat. Penelitian di tiga kota besar mengungkapkan bahwa perawat ODGJ kerap menghadapi hambatan dari keluarga pasien itu sendiri, mulai dari menyembunyikan keberadaan ODGJ karena malu, enggan membawa berobat, hingga pengabaian yang menyebabkan pengobatan tidak rutin.
Di tengah segala tantangan, para perawat ODGJ tetap menjadi benteng terakhir bagi mereka yang tak bersuara, mengingatkan kita bahwa kesehatan jiwa adalah hak setiap warga negara, dan merawatnya adalah tanggung jawab bersama. Keberadaan mereka mengajarkan bahwa kesembuhan bukanlah tujuan instan, melainkan proses panjang yang membutuhkan kasih sayang, kesabaran, dan pengorbanan tiada henti.**