
TRANS TV - Penggemar Vespa Makin Hari Makin Banyak | Komunitas penggemar Vespa di Indonesia telah berkembang pesat, menjadi salah satu kelompok otomotif terbesar dan paling solid di dunia. Ini membuktikan bahwa skuter ikonik asal Italia ini lebih dari sekadar alat transportasi. Sejak pertama kali hadir di tanah air pada tahun 1960-an, Vespa perlahan-lahan merebut hati masyarakat dan kini telah menjadi simbol gaya hidup yang melintasi generasi.
Kita bisa melihat fenomena ini dari banyaknya komunitas yang bermunculan di berbagai daerah, seperti Forum Scooterist Kediri (Forscook) yang mengusung tagline "Satu Vespa Sejuta Sodara" dan kini memiliki lebih dari 22 ribu anggota dari berbagai komunitas di seluruh Indonesia. Selain itu, MoVe Indonesia, yang merupakan wadah bagi penggemar Vespa modern, tercatat memiliki lebih dari 1.500 anggota yang tersebar di 50 chapter dari Aceh hingga Merauke, dengan struktur organisasi yang dibagi menjadi lima regional besar. Bahkan, komunitas senior seperti Ikatan Vespa Demak (IVADE) telah ada sejak tahun 1997 dan tetap aktif menunjukkan solidaritas melalui berbagai kegiatan sosial dan touring rutin.
Salah satu hal yang unik dari budaya penggemar Vespa di Indonesia adalah semangat persaudaraan yang sangat kuat. Slogan "satu Vespa sejuta saudara" benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari. Ketika bertemu di jalan, para pengguna Vespa, terutama yang memiliki tipe lawas, akan saling menyapa tanpa memandang status sosial atau usia.
Budaya ini juga menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang subur, di mana berbagai produk UMKM lokal bermunculan, seperti aksesori, cover jok, hingga helm kustom yang sangat digemari oleh para kolektor. Bahkan, model Vespa Excel yang diproduksi oleh PT Dan Motor Indonesia pada tahun 1987 kini menjadi incaran para kolektor, karena hanya dipasarkan di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan harga yang bisa mencapai puluhan juta rupiah. Berbagai acara seperti Jambore Nasional (Jamnas) yang diadakan secara rutin mampu mengumpulkan ratusan hingga ribuan peserta, sekaligus menjadi momen untuk memperkenalkan potensi wisata daerah tuan rumah.**