Favorite TV Program

JELANG SIANG: Enggak Nyangka, Pepes Lebah Ternyata Enak ya!

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Enggak Nyangka, Pepes Lebah Ternyata Enak ya! | Pepes lebah, yang di Jawa Timur lebih dikenal dengan sebutan botok tawon atau pepes tawon, adalah hidangan unik yang terbuat dari larva lebah dan potongan sarangnya, dikukus bersama bumbu dalam daun pisang. Kuliner ini sangat khas dari Banyuwangi, tetapi juga bisa ditemukan di Tulungagung dan Caruban. Berbeda dengan madu atau royal jelly yang sudah terkenal di seluruh dunia, pepes lebah memanfaatkan fase larva yang kaya gizi.

Dari segi gizi, larva dan pupa lebah (bee brood) mengandung protein, lemak, dan karbohidrat yang tinggi, serta merupakan sumber asam amino esensial, vitamin C, vitamin B, fosfor, magnesium, dan kalium. Namun, studi Finke (2005) tidak menemukan vitamin A, D, dan E, dan menyebutkan bahwa bee brood rendah kalsium. Oleh karena itu, klaim bahwa pepes lebah dapat mencegah osteoporosis tidak didukung oleh data yang cukup, dan hingga kini belum ada uji klinis pada manusia yang membuktikannya.

Satu hal yang perlu diingat adalah risiko alergi. Di Indonesia, ada laporan tentang seorang pria berusia 19 tahun yang mengalami syok anafilaksis dengan hipotensi dan pembengkakan wajah sekitar satu jam setelah mengonsumsi olahan larva lebah jantan. Di Jerman, seorang peternak lebah juga mengalami anafilaksis setelah mengonsumsi larva lebah jantan mentah. Meskipun jumlah laporan ini masih sedikit, mereka yang memiliki alergi terhadap makanan laut, serangga, atau produk lebah sebaiknya tetap waspada. Keamanan konsumsi secara rutin, termasuk kandungan hormon steroid pada larva jantan dan kekhawatiran tentang timbal, juga perlu diteliti lebih lanjut.

Karena itu, nikmati pepes lebah sebagai warisan kuliner tradisional, bukan sebagai obat atau pengganti suplemen kalsium. Konsultasikan dengan dokter bila kamu punya riwayat alergi atau kondisi sensitif hormon. Data gizi di atas sebagian besar berasal dari lebah madu Apis mellifera, sedangkan tawon dalam kuliner lokal tidak selalu merujuk spesies yang sama. Pengambilan larva dari sarang alam juga perlu mempertimbangkan kelestarian koloni lebah.**