TRANS TV - Mengatasi Nyeri Haid, Harus Bagaimana? | Rasa tidak nyaman di perut bagian bawah menjelang atau saat awal siklus menstruasi adalah keluhan yang sering dialami oleh perempuan. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai dismenore. Tingkat keparahannya bervariasi, mulai dari kram ringan yang biasa hingga rasa sakit yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bagi sebagian perempuan, nyeri ini bahkan bisa membuat mereka merasa lumpuh sementara dan menurunkan produktivitas. Oleh karena itu, mengatasi nyeri haid menjadi langkah penting yang perlu dipahami oleh setiap perempuan.
Secara fisiologis, dismenore primer terjadi karena peningkatan produksi prostaglandin di lapisan rahim. Senyawa ini menyebabkan otot rahim berkontraksi lebih kuat dan lebih sering. Penelitian menunjukkan bahwa antara 45 hingga 95 persen perempuan usia reproduktif pernah mengalami dismenore, dan sekitar 2 hingga 29 persen di antaranya merasakan nyeri yang cukup berat. Nyeri biasanya muncul beberapa jam setelah haid dimulai, atau bahkan 24 hingga 48 jam sebelumnya. Puncaknya terjadi pada satu atau dua hari pertama saat aliran darah paling deras, dan umumnya mereda dalam waktu 12 hingga 72 jam. Sebuah studi yang dilakukan pada mahasiswi mencatat bahwa sekitar 72 persen siklus yang dipantau terasa nyeri, dengan sebagian besar nyeri terjadi pada hari pertama.
Untuk nyeri haid yang ringan hingga sedang, mencoba kompres hangat pada perut bagian bawah dan melakukan relaksasi bisa menjadi langkah awal yang baik. Tinjauan sistematik menunjukkan bahwa terapi panas kemungkinan besar dapat mengurangi nyeri dibandingkan tanpa terapi. Efektivitasnya mungkin sebanding dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) tetapi dengan efek samping yang lebih sedikit, meskipun peneliti menekankan perlunya penelitian berkualitas tinggi untuk mendapatkan bukti yang lebih kuat. Olahraga ringan juga merupakan terapi non-obat yang didukung oleh bukti. Untuk pengobatan, NSAID seperti ibuprofen atau asam mefenamat menjadi pilihan utama karena dapat menekan produksi prostaglandin.
Obat ini biasanya mulai digunakan saat haid atau saat nyeri muncul. Beberapa tinjauan menunjukkan bahwa penggunaan terjadwal, yang dimulai satu atau dua hari sebelum nyeri, bisa lebih efektif. Tapi perlu diingat bahwa NSAID tidak selalu berhasil untuk sekitar 18 persen perempuan, dan efek sampingnya, terutama gangguan lambung, membuatnya sebaiknya digunakan sesuai anjuran dokter atau apoteker. Pil kontrasepsi juga bisa menjadi pilihan yang efektif untuk dismenore primer dan bisa dibicarakan dengan dokter. Dalam praktiknya, mengatasi nyeri haid memang perlu disesuaikan dengan seberapa parah nyeri yang dialami.
Nyeri haid tidak selalu sekadar kram biasa, dismenore sekunder disebabkan oleh masalah pada organ panggul, yang paling umum adalah endometriosis, diikuti oleh adenomiosis dan fibroid rahim. Kista ovarium dan infeksi panggul juga bisa menjadi penyebab, meskipun lebih jarang. Waspadai jika nyeri mulai muncul setelah masa remaja, semakin parah dari tahun ke tahun, tidak membaik dalam tiga hingga enam bulan pengobatan, atau disertai nyeri saat berhubungan seksual, perdarahan yang tidak biasa, atau masalah saat buang air besar. Jika ada demam, kemungkinan hamil, atau nyeri mendadak yang sangat hebat, segera periksakan diri ke dokter.
Dalam situasi-situasi seperti ini, pemeriksaan medis yang menyeluruh sangat dianjurkan agar penyebabnya bisa ditemukan dan ditangani dengan tepat. Upaya untuk mengatasi nyeri haid pun tidak hanya berhenti pada meredakan gejala, tetapi juga mencakup deteksi dini penyebab yang mendasarinya.**