TRANS TV - Benarkah Daging Ular Kobra Bermanfaat untuk Kesehatan? | Daging ular kobra sering dipromosikan sebagai sumber protein yang bisa meningkatkan stamina, menjaga daya tahan tubuh, atau bahkan mendongkrak vitalitas, meski sayangnya, klaim-klaim ini belum didukung oleh bukti klinis yang kuat. Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa daging ular kobra menawarkan manfaat kesehatan yang lebih baik dibandingkan sumber protein lain seperti ikan, telur, ayam, atau kacang-kacangan. Meskipun daging ini mengandung berbagai zat gizi, termasuk protein dan mineral, itu tidak serta merta menjadikannya sebagai obat.
Organisasi kesehatan dan para ahli keamanan pangan menyoroti pentingnya cara memperoleh, menangani, dan memasak daging ini, karena reptil bisa membawa bakteri, parasit, dan kontaminan meskipun terlihat sehat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan bahwa makanan yang terkontaminasi adalah salah satu jalur utama penularan penyakit, sementara FAO mencatat bahwa sekitar 30 persen penyakit bawaan makanan di seluruh dunia berkaitan dengan infeksi parasit, sebuah fakta yang seharusnya menjadi perhatian serius bagi para penggemar daging ular kobra.
Risiko ini semakin meningkat ketika daging ular kobra dikonsumsi setengah matang, termasuk saat darah atau empedunya diminum mentah, praktik yang masih ada di beberapa kalangan. Kontaminasi Salmonella bisa terjadi mulai dari proses penyembelihan hingga alat masak dan tangan yang tidak bersih, sementara daging reptil yang tidak dimasak dengan baik berpotensi mengandung parasit seperti Spirometra.
Oleh karena itu, memasak daging hingga matang sepenuhnya memang dapat mengurangi risiko mikroba, tetapi tidak menghilangkan masalah lain seperti asal hewan yang tidak jelas, kemungkinan paparan zat pencemar, atau bahaya saat menangani ular berbisa. Jika ada konsumen yang mengalami diare berat, muntah, demam, nyeri otot, atau gangguan kesehatan setelah mengonsumsi daging ular kobra, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Untuk kebutuhan protein dan kebugaran, pilihan pangan yang lebih umum, teruji, serta diolah secara higienis tetap jauh lebih masuk akal.**