Favorite TV Program

JELANG SIANG: Kelenteng Tertua di Semarang Tetap Kokoh

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Kelenteng Tertua di Semarang Tetap Kokoh | Tersembunyi di antara deretan ruko modern di Jalan Wotgandol Timur Nomor 38, Kranggan, Semarang Tengah, Klenteng Siu Hok Bio berdiri sebagai saksi bisu perjalanan panjang komunitas Tionghoa di Kota Semarang. Dibangun pada tahun 1753, kelenteng ini diakui sebagai yang tertua di kawasan Pecinan, bahkan di antara sembilan kelenteng yang ada. Klenteng ini menjadi penanda penting dimulainya pemukiman warga Tionghoa di kawasan tersebut.

Meskipun luas bangunannya hanya sekitar 9x25 meter, nilai historis Klenteng Siu Hok Bio sangat besar. Bangunan ini bahkan telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 1992. Keberadaannya menjadi saksi perpindahan pemukiman warga Tionghoa dari kawasan Gedung Batu (Sam Poo Kong) yang dipindahkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Klenteng Siu Hok Bio berdiri kokoh di tengah perubahan zaman.

Memasuki Klenteng yang diapit oleh dua ruko, pengunjung akan langsung disambut oleh tungku pembakaran dupa dan lilin-lilin merah besar. Aroma dupa yang khas memenuhi ruang sempit, menciptakan suasana khusyuk bagi para peziarah yang datang untuk memanjatkan doa. Tuan rumah atau dewa utama yang dipuja di sini adalah Dewa Bumi, Tu Di Gong, yang patungnya konon dibawa langsung dari Tiongkok.

Meskipun telah berusia lebih dari 2,5 abad dan beberapa bagian seperti lantai telah direnovasi, atap, ukiran, dan struktur kayu asli Klenteng Siu Hok Bio masih dipertahankan keasliannya. Kelenteng ini menjadi magnet bagi peziarah, terutama saat perayaan Imlek dan hari jadinya, serta bagi pencinta sejarah yang ingin menyaksikan jejak awal peradaban Pecinan Semarang.**