TRANS TV - Benarkah Rambut Basah Bikin Sakit Flu? | Nyaris semua orang pernah mendengar larangan dari ibu, nenek, atau siapa pun yang lebih tua, "jangan keluar kalau rambut masih basah, nanti masuk angin." Keyakinan bahwa rambut basah bikin flu hidup subur di berbagai belahan dunia. Di negara-negara Barat, orang tua melarang anak-anaknya keluar di musim dingin dengan rambut basah. Di Asia Timur, ada pantangan tidur sebelum rambut benar-benar kering. Lalu, apa kata sains?
Flu dan pilek disebabkan oleh virus, bukan oleh suhu dingin atau rambut yang basah. Seseorang perlu terlebih dahulu terpapar virus untuk bisa tertular flu atau pilek. Ini bukan opini, melainkan posisi resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, yang secara tegas menyatakan bahwa pilek disebabkan oleh virus, terutama rhinovirus, dan bukan oleh paparan cuaca dingin. Gary Mousseau, PA-C, praktisi medis dari White-Wilson Family Medicine, menegaskan, "Pilek tidak bisa muncul begitu saja hanya karena kepala yang dingin dan basah."
Meskipun rambut basah bikin flu adalah mitos yang gugur di hadapan sains, rambut basah tetap bukan hal yang sepenuhnya tidak berbahaya. Dr. Shah, dokter spesialis, menjelaskan bahwa tidur dengan rambut basah meningkatkan risiko infeksi jamur pada kulit kepala. Jamur seperti Malassezia yang secara alami menghuni kulit kepala dapat memicu ketombe atau dermatitis jika diberi lingkungan hangat dan lembap. Ada juga risiko tinea capitis atau kurap kulit kepala yang sangat menular.
Sebuah studi menemukan antara 4 hingga 16 spesies jamur per bantal yang diteliti, termasuk Aspergillus fumigatus yang berbahaya bagi penderita asma. Jadi, mitos rambut basah bikin flu memang gugur di hadapan bukti ilmiah. Tetapi nasihat lama dari para orang tua tidak sepenuhnya salah arah. Keringkan rambut sebelum tidur, bukan karena takut flu, melainkan karena kulit kepala dan rambut layak mendapat perlakuan yang lebih baik.**
Photo by: xframe.io