Favorite TV Program

JELANG SIANG: Kesurupan Massal, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Kesurupan Massal, Apa yang Sebenarnya Terjadi? | Beberapa tahun yang lalu, fenomena kesurupan massal seolah muncul kembali, mengingatkan kita pada kejadian serupa yang pernah viral di berbagai tempat, mulai dari pabrik hingga sekolah. Jauh dari anggapan mistis yang sering kita dengar, dalam dunia medis modern, kesurupan massal dikenal dengan istilah resmi possession trance disorder atau gangguan kesurupan. 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikannya sebagai kondisi di mana seseorang kehilangan identitas pribadi dan kesadaran terhadap lingkungan secara sementara. Ini menunjukkan bahwa apa yang sering kita sebut kerasukan itu nyata secara klinis, dan penjelasannya tidak selalu harus berkaitan dengan hal-hal gaib.

Fenomena kesurupan massal ini sangat menarik untuk dianalisis karena ia menyebar layaknya virus, terutama di kelompok-kelompok yang mengalami tingkat stres tinggi. Sebuah studi dari Universitas Surabaya menyebutkan bahwa di Indonesia, kesurupan sering kali menjadi penjelasan paradoksikal untuk masalah sosial sehari-hari. Bisa jadi karena tekanan pekerjaan yang berat, kelelahan fisik (seperti yang dialami karyawan pabrik yang tidak sarapan), atau beban psikologis akibat konflik sosial. 

Ketika satu orang menunjukkan gejala, ia bisa memicu emotional contagion atau penularan emosi, individu lain di sekitarnya secara tidak sadar meniru perilaku tersebut hingga akhirnya meledak menjadi histeria massal. Memahami bahwa ini adalah gangguan disosiatif (kehilangan hubungan antara pikiran, memori, dan tindakan) adalah langkah awal yang penting untuk menghilangkan stigma, agar para korban tidak lagi diruqyah tanpa henti, tetapi segera mendapatkan bantuan melalui pendekatan psikoterapi yang tepat.**