Favorite TV Program

Dr OZ: Penyebab Sariawan itu Apa Saja sih?

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Penyebab Sariawan itu Apa Saja sih? | Hampir semua orang pernah merasakannya, luka kecil menyengat di bibir, sudut lidah atau bagian dalam pipi yang membuat makan, minum, bahkan berbicara terasa seperti siksaan ringan yang menjengkelkan. Itulah sariawan, atau dalam terminologi medis disebut aphthous ulcer, yaitu ulkus berbatas merah dengan pusat kekuningan yang muncul pada jaringan lunak di dalam rongga mulut. Angka prevalensinya tidak bisa dianggap enteng, kondisi ini memengaruhi 20 hingga 25 persen populasi dunia, dan jika terjadi berulang kali disebut Recurrent Aphthous Stomatitis (RAS). Penyebab sariawan masih menjadi teka-teki medis yang belum terpecahkan sepenuhnya.

Yang membuat sariawan menjadi teka-teki medis yang belum terpecahkan sepenuhnya adalah justru pertanyaan paling mendasar, apa sebenarnya penyebab sariawan? Kondisi ini masih menimbulkan tantangan besar bagi pasien maupun tenaga medis karena etiologinya yang belum sepenuhnya dipahami dengan jelas. Dari sekian banyak faktor risiko yang berhasil diidentifikasi, yang paling konsisten mencakup defisiensi nutrisi, terutama vitamin B12, folat, dan vitamin C, ditambah stres, trauma fisik pada jaringan mulut, infeksi baik viral maupun bakteri, paparan bahan iritan kimia seperti *sodium lauryl sulfate* dalam pasta gigi tertentu, serta paparan logam berat.

Penyebab sariawan juga terkait dengan stres, yang mendapat perhatian serius dari para peneliti. Studi oleh Verma et al. (2023) menemukan bahwa peristiwa hidup yang penuh tekanan berkorelasi signifikan dengan munculnya episode RAS, bahkan hampir melipatgandakan kemungkinan seseorang mengalami kekambuhan. Satu hal yang kerap menimbulkan kebingungan di masyarakat adalah kecenderungan menyamakan sariawan dengan herpes mulut. Penyebab sariawan berbeda dari cold sores (luka demam) dalam hal lokasi dan sifatnya. Sariawan muncul pada jaringan lunak bagian dalam mulut dan tidak menular, sementara cold sores disebabkan oleh virus herpes dan bersifat sangat menular.

Dari sisi klinis, sekitar 80 persen kasus sariawan tergolong jenis minor, berukuran kurang dari 5 mm, muncul antara 1 hingga 6 ulkus sekaligus, dan sembuh dalam dua minggu tanpa bekas. Sekitar 10 persen pasien mengalami jenis mayor yang lebih parah dan berlangsung lebih lama. Yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan bahwa sariawan berulang bukan sekadar masalah mulut, tetapi bisa menjadi manifestasi klinis dari kondisi serius seperti penyakit Crohn, kolitis ulseratif, penyakit celiac, sindrom Behçet, atau bahkan infeksi HIV. Penyebab sariawan yang datang dan pergi sendiri mungkin tidak perlu dikhawatirkan, tapi sariawan yang tak kunjung sembuh, berukuran besar, atau datang dengan frekuensi abnormal adalah sinyal tubuh yang layak mendapat perhatian medis.**

Photo by xframe.io