TRANS TV - Sewa Barang Branded, kok Laku Keras ya? | Gaya hidup masyarakat urban saat ini memang tak bisa dipisahkan dari keinginan untuk tampil istimewa, terutama di momen-momen tertentu seperti acara kondangan, arisan sosialita, atau bahkan sekadar sesi foto untuk media sosial. Fenomena ini telah memicu tren flexing, pamer kekayaan dan gaya hidup glamor, yang membuat sebagian orang rela melakukan apa saja demi mengejar status sosial dan pengakuan di dunia maya. Sayangnya, banyak dari mereka yang akhirnya memilih jalan pintas dengan berbohong atau hidup di luar kemampuan finansial demi terlihat setara dengan lingkungan pertemanannya.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, bisnis sewa barang branded semakin berkembang dan menjamur di kota-kota besar. Berbagai platform, mulai dari aplikasi khusus hingga penyedia jasa di media sosial, menawarkan penyewaan tas mewah, sepatu sneaker edisi terbatas, hingga pakaian desainer, dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga belinya.
Misalnya, sebuah tas branded dari Chanel atau Dior yang harganya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, bisa disewa dengan tarif mulai dari Rp300.000 hingga Rp1,5 juta per hari. Tak heran, para ibu sosialita dan pencari status di media sering memanfaatkan jasa ini untuk tampil bak selebritas di berbagai acara sosial. Bahkan, menjelang momen hari-hari raya atau pesta pernikahan, permintaan akan layanan sewa barang branded ini bisa melonjak drastis.**
Photo by Tamara Bellis on Unsplash